Loading...

Entri favorit

selamat datang di BLOG nya orang cerdas

sahabat-sahabati teruslah bersemangat berusaha raih cita dan angan mu setinggi mungkin dan tetaplah berprestasi serta bertawakal hanya kpd ALLAH Swt

bagaimana perasaan cinta itu?

Sabtu, 19 Februari 2011

aku pingin banget bisa membahagiakan kedua orang tuaku. aku ingin membuat mereka senang

krj 211

Staff Manager

Responsibilities:
• Responsible for the budgets, monitor and report of staff.
• Integrate and manage a range of business systems and planning techniques for operation of teamwork
• Provide training as required to continuously improve supervisor skills and leadership performance
• Coach and deliver safe effective practices to support the business drive

Job Requirements:
• Bachelor degree from Business , Commercial and management
• A minimum of 3 years experience at management level or above
• Strong leadership and interpersonal skills
BENEFIT :
• Monthly salary :Rp 6 million - Rp 10 million
• Allowances
• Working 5 days a week
• Career advancement ( based on working performances)
• Yearly quarterly bonus
• Year end company holiday trip

Contact person : Ms.Lastri

Email : bulle.erna@gmail.com pls send full C.V to this email)

lowongan kerja 2011

SEKRETARIS
Application Deadline: 17 February 2011

Persyaratan :
Wanita
Belum Menikah
Warga Negara Indonesia
Usia Max. 26 thn
Pendidikan min. lulusan D3 Sekretaris dari universitas/akademi terkemuka
Berpengalaman min. 1 tahun di bidangnya
Menguasai penggunaan komputer (Microsoft Office, Internet)
Menguasai penggunaanBahasa Inggris (lisan dan tulisan)
Berpenampilan menarik, berkepribadian baik, energik, ramah, mudah beradaptasi, disiplin, dan memiliki integritas

Silahkan lakukan pendaftaran secara online di http://career.garuda-indonesia.com/

Jumat, 18 Februari 2011

video

KARENA KU BUTUH CINTA

lelah ku selalu memandangmu
namun ku hanya bisa tersenyum
lelah ku selalu menunggumu
tiada satu kata untukku
* semua yg terasa bahagiakanku
mungkin kau yg bisa
sejukkan aku selamanya

kau selalu temani diriku
di saat selimutiku
kau berikan semua hatimu
yang datang mengalir dalam jiwa

adikku jadi ketua osis SMAN 3 NGANJUK

misteri angka sembilan

MISTERI ANGKA SEMBILAN
Alloh menyukai angka ganjil
MISTERI ANGKA SEMBILAN
Angka 9 memang angka ganjil yg sering d prbincangkan orang.bgi pnggemar matematika angka 9 di anggap angka yg unik.jk d buat prkalian dgn angka9 dari satu smpai sepuluh :9x1=9, 9x2=18, 9x3=27,dan seterusnya sampai 9x9=81 dan 9x10=90. Semua angka hsl prkalian itu jk d jumlahkan,hasilnya adlh 9,angka 27 di bntuk dari angka 2 dan 7 jumlahnya 9,dan angka 81 di bntuk dari angka 8 dan 1 jumlahnya jg 9.
Bukan hanya perkalian 1 sampai 10,yg hasil perkalianya jika angka2 pembentuknya di jumlahkan hasilnya mndpt jawaban 9.ambil sj sebarang angka misalnya 125x9=1125.coba jmlhkan angka pembentuk 1125 yaitu 1+1+2+5 jmlhnya adlh 9. Sekali lagi,ambil angka yg agak besar, 1525x9=13725,kalau di jmlhkn angka2 pembentuknya yaitu 1+3+7+2+5=18,angka 18 ini adlh jg kelipatan 9,jk d jmlahkn angka pembentuknya jg brjmlah 9.
Dalam hitungan islam memperkenalkan adanya angka 99 nama2 alloh (asmaul husna). Wirid yg sering di baca yakni takbir(allohu akbar)tasbih,(subhanalloh),tahmid (alhamdulillah),masing-masing 33 kali,jk di jumlah hslnya 99. Sebuah hadist qudsi menyebutkan,bahwa alloh menyukai angka ganjil. Jk kita mau berfikir mk kita akan tahu tntang apa yg blm kita tahu,alloh menciptakan otak untuk berfikir.tentunya berfikir yg positif dong!..

Rabu, 16 Februari 2011

aksi pmii nganjuk

Mahasiswa dan Polisi Adu Dorong

Kamis, 09 Desember 2010 17:12:02 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Nganjuk (beritajatim.com) - Aksi saling dorong antara puluhan pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian terjadi di pintu gerbang gedung DPRD Kabupaten Nganjuk dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Korupsi Sedunia.

Aksi saling dorong tersebut berlansung saat massa yang hendak masuk ke gedung wakil rakyat namun dihalang-halangi oleh aparat. Mahasiswa berupaya masuk dan mendorong petugas. Suasana panas itu akhirnya berhasil diredam setelah petugas mempersilahkan pengunjuk rasa masuk ke halaman gedung dewan.

Setelah berhasil masuk, sejumlah perwakilan dari pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya pada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, mahasiswa yang lain melakukan orasi secara terbuka. Mereka menuntut aparat penegak hukum bersungguh-sungguh dalam menindak koruptor dan oknum calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebab, mahasiswa melihat praktik jual- beli kursi PNS sudah sangat marak hingga terjadi di pelosok desa.

“Korupsi terjadi dimana-mana. Aparat penegak hokum harus tegas. Terutama dalam menuntaskan kasus percaloan CPNS,” tandas Edi Wiyono, coordinator aksi, Kamis (9/12/2010).

Selasa, 15 Februari 2011

AKSI HISTERIS PMII SURABAYA

PMII Surabaya Gerebek Pub Cat's Pajamas

SURABAYA - Sekitar 10 orang anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya melakukan aksi penutupan secara paksa sebuah Pub yang ada di lingkungan Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso Surabaya, Minggu (13/9/2009) malam karena diduga menjual minuman keras.

Korlap aksi, Salim dalam orasinya mengatakan bahwa membuka dan menjual miras selama bulan puasa telah dilarang Pemkot Surabaya melalui Perda. "Ini adalah bentuk pengingkaran terhadap Perda dan tidak toleran terhadap orang-orang Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa," tegasnya.

Selain berorasi, para pendemo juga meneriakkan yel-yel Allahu Akbar sambil mengangkat tinggi-tinggi bendera almamater PMII. "Allahu Akbar, tutup tempat maksiat ini kalau perlu dengan cara paksa," teriak pendemo.

Demo yang berlangsung sekitar 30 menit itu berangsur-angsur reda setelah Manager Hotel Garden Palace, Dahara mengajak korlap aksi masuk ke dalam untuk bernegosiasi.

Dalam negosiasi itu disepakati bahwa managemen hotel tidak akan mau bertanggungjawab jika Cat's Pajamas membuka pub dan menjual miras selama puasa. "Kalau masih buka dan menjual miras, konsekwensinya terserah anda," ujar Dahara.

Dia mengaku tidak tahu kalau Cat's Pajamas buka karena ia kelelahan sehingga ketiduran dan tidak tahu. "Maaf saya kelelahan dan ketiduran sehingga tidak tahu kalau pub buka," cetus Dahara.

Usai pertemuan, korlap aksi kembali menenui pendemo dan menjelaskan bahwa managemen hotel akan menutup pub Cat's Pajamas selama ramadhan. "Kalau dikemudian hari buka lagi dan menjual miras konsekwensinya terserah kita. Kita tutup paksa juga tidak apa-apa," pungkas Salim.

aksi pmii surabaya

Aliansi PMII Gelar Aksi di Depan Grahadi Surabaya

suarasurabaya.net| Menolak komersialisasi serta liberisasi pendidikan, karena hanya akan merugikan masyarakat, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya, Senin (03/05) turun kejalan menggelar aksi di depan Grahadi Jl. Gubernur Suryo, Surabaya.

Poster dan spanduk mereka bentangkan sebagai satu diantara pernyataan sikap atas penolakan dan ketidaksetujuan para aktivis terhadap proses liberalisasi serta komersialisasi pendidikan yang terus berlangsung di negeri ini. Orang Miskin Dilarang Sekolah; Stop Liberalisasi Pendidikan; Jangan Jadikan Murid-murid Sapi Perahan, begitu tulisan dalam poster yang mereka bawa.

"Kami menolak dan menyatakan tidak setuju dengan komersialisasi, serta liberalisasi di bidang pendidikan. Kalau pemerintah beranggapan dengan itu, akan memajukan pendidikan, justru itu membuat masyarakat terpuruk dan kesulitan mendapatkan pendidikan," ujar AKIB MAHFUDIN koordinator aksi.

Ditemui disela-sela aksinya, mewakili Aliansi PMII Surabaya yang terdiri dari mahasiswa Unesa dan Unair Surabaya, Senin (03/05), AKIB pada suarasurabaya.net, menyampaikan bahwa pernyataan pemerintah dalam hal ini M. NUH Menteri Pendidikan Nasional, terkait pendidikan sangat menyesatkan.

"Kalau beliau menyampaikan, pemerintah memberikan fasilitas pendidikan murah, coba saja lihat di lapangan. Rasanya tidak ada pendidikan atau sekolah murah, apalagi tanpa biaya. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menolak liberalisasi serta komersialisasi pendidikan di negeri ini," tambah AKIB.

Aksi yang dilakukan sebagai bagian dari memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei tersebut, diwarnai sejumlah orasi serta pembagian pernyataan pendapat oleh aktivis Aliansi PMII Surabaya, Senin (03/05) didepan Grahadi, Surabaya.(tok)

mahasiswa surabaya hadang presiden

Surabaya (12/05) – Ratusan mahasiswa melakukan penghadangan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menghadiri perayaan puncak Hari Pendidikan Nasional di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) tersebut dimulai sejak pukul 09.30 WIB, dengan mengadakan “long march” dari Asrama Haji Sukolilo menuju perempatan Jalan Kertajaya, jalan yang akan dilewati Presiden Yudhoyono menuju kampus Unair, Jalan Darma Husada.

Para demonstran yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya itu membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga BBM”, “Turunkan Harga Sembako” dan sejumlah tulisan lainya.

Koordinator aksi, Faqih Alfian menyatakan bahwa demonstrasi kali ini mendapat respon besar dari kalangan mahasiswa menjelang kenaikkan harga BBM.

“Rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Juni mendatang mengisyaratkan lengkap sudah penderitaan yang dialami rakyat Indonesia,” katanya saat berorasi.

Menurut dia, situasi Indonesia belakangan ini semakin bertambah buruk. Berbagai persoalan serius telah menimpa rakyat Indonesia. Mulai dari krisis pangan, kenaikan harga sembako, kelangkaan minyak tanah, gizi buruk hingga kenaikan BBM.

Untuk itu, FPR menuntut pemerintahan SBY-JK merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN, tolak PHK, hapus sistem kerja kontrak, tolak konversi minyak tanah ke elpiji, nasionalisasi aset pertambangan dan air.

Aksi kali sempat terjadi bentrok antara massa dengan aparat kepolisian. Namun hal itu bisa dikendalikan, setelah kedua belah pihak melakukan upaya negosiasi.

aksi pmii surabaya bakar keranda

- Aksi pembakaran keranda oleh mahasiswa mendadak marak di berbagai daerah. Aksi ini sebagai simbolnya matinya supremasi hukum Indonesia dengan bebasnya Akbar Tandjung. Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya. Mereka membakar sebuah keranda di depan gedung DPRD Surabaya, Jl. Yos Sudarso, Surabaya, Jumat (13/2/2004). Massa PMII menilai, vonis Mahkamah Agung (MA) yang membebaskan Akbar Tandjung menunjukan bobroknya supremasi hukum di Indonesia. Karena itu, PMII menuntut supremasi hukum harus dikembalikan. "Di negeri ini, pencuri ayam dengan mudah bisa dijebloskan ke penjara. Sementara seorang koruptor yang merugikan negara milyaran rupiah dibebaskan. Di mana keadilan dan penegakan hukum?," ujar Nuri Maulini, korlap aksi PMII. Sebelum ke DPRD Surabaya, para mahasiswa ini berunjukrasa di depan gedung negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo. Hingga berakhir, aksi para mahasiswa ini berlangsung tertib. (djo/)

pmii surabaya demo

PMII Surabaya Tolak Komersialisasi Pendidikan
Senin, 03 Mei 2010 11:41
E-mail Cetak PDF
Surabaya, javanewsonline.com, 03/05/2010- Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya, hari ini menggelar aksi unjuk rasa guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Mereka menolak komersialisasi dan liberisasi pendidikan karena dinilai hanya akan merugikan masyarakat. Koordinator aksi, Mahfudin mengatakan bahwa komersialisasi serta liberalisasi di bidang pendidikan justru membuat masyarakat akan terpuruk dan kesulitan mendapatkan pendidikan.

Mahfudin juga menilai bahwa pernyataan pemerintah memberikan fasilitas pendidikan murah sangat menyesatkan. Karena kenyataannya dilapangan, pendidikan bagus masih mahal. (Cos)

PMII TARBIYAH CABANG SURABAYA

kerja2 CO

Kerja-Kerja Pengorganisasian Masyarakat

| 2008-04-28
Dalam penanganan kasus-kasus hukum yang terjadi di masyarakat, kami berprinsip bahwa kasus hukum tidak hanya dipandang dari kepentingan satu sisi penyelesaian kasus semata. Tetapi harus dilihat sebagai indikasi adanya konflik yang sangat dalam. Sebagai contoh misalnya, di dalam kasus buruh, agraris, dan lingkungan hidup harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Yakni persoalan kepentingan struktur penguasaan terhadap sumber daya ekonomi, sumber daya alam, dan adanya hegemoni negara dalam setiap permasalahan yang berkembang di masyarakat yang berhadapan dengan kasus hukum.

Oleh karena itu langkah-langkah antisipasi dan penanganan yang dilakukan tidak hanya terbatas legal formal, tetapi juga upaya memperkuat lembaga-lembaga masyarakat dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat untuk mengakui keberadaan hak-hak rakyat, proses implementasi hukum yang adil serta upaya melakukan penolakan terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang.

Implikasi dari cara pandang ini terhadap sistem evaluasi kerja LBH Bandung adalah bahwa ukuran keberhasilan pelaksanaan program tidak hanya dilihat dari sisi kalah-menang dalam penanganan kasus secara legal formal (putusan lembaga peradilan) semata, tetapi juga dipertimbangkan pula dampak sosial konkrit lainnya yang dihasilkannya.

Dalam suatu kondisi di mana posisi tawar rakyat yang memiliki kasus hukum masih sangat lemah (misalnya decade 1998-2000), untuk kepentingan proses penanganan kasus hukum, kami memandang perlu mengembangkan suatu program "pemberdayaan rakyat", dalam bentuk pendidikan-pendidikan hukum kritis dan pengorganisasian rakyat yang ditujukan untuk mendorong adanya suatu kondisi meningkatnya kesadaran kritis dan kemampuan rakyat dalam menyikapi setiap kasus hukum yang terjadi sejalan dengan proses penanganan kasus-kasus hukum dimaksud.

Sekarang ini menata diri dan memberdayakan masyarakat nampaknya masih menjadi pilihan yang patut kita pertimbangkan untuk terus kita lakukan. Yang diharapkan dapat mendorong kesadaran dan pemahaman kritis masyarakat tentang berbagai aspek yang senantiasa berkembang dalam kehidupan masyarakat. Mendorong digunakannya kearifan-kearifan budaya sebagai alat dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat dan negara yang lebih demokratis maupun dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Pendekatan kekerasan baik yang dilakukan oleh instrument negara maupun masyarakat sendiri tidak akan pernah mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan yang berkembang dalam masyarakat. Sebaliknya pendekatan yang lebih mempertimbangkan aspek keadilan hukum, politik, ekonomi, sosial, dan budaya seharusnya kita dorong agar diterima oleh pemerintah dan smeua pihak untuk dapat dijadikan dasar setiap penyelesaian masalah. Lalu bagaimanakah strategi advokasinya?

Dalam merumuskan strategi advokasi lebih baik kalau kita merumuskan secara bersama-sama dengan masyarakat korban. Hal ini sangat penting untuk mengukur dan mengetahui tingkat akurasi perumusan strategi advokasi, tingkat kesiapan semua pihak yang akan dilibatkan dalam proses advokasi serta penghitungan pencapaian target dari advokasi yang akan dilakukan.

Kita sadari banyak cara advokasi yang bisa kita lakukan, namun sampai saat ini belum ada strategi advokasi yang cukup efisien dan efektif bagi penyelesaian masalah dalam masyarakat. Persoalannya, apakah suatu bentuk pendekatan dan mengadvokasi suatu masalah memang merupakan pilihan stategi yang baik? Bagaimana pula dengan ekses negatif yang berkembang di masyarakat apakah tidak perlu kita pedulikan?

Mengingat sikap represif yang sering masih menjadi pilihan negara dan sebagian kalangan yang memiliki kepentingan yang kuat atas negeri ini, dan pada sisi lain euphoria reformasi yang juga masih melatarbelakangi sikap agresif sebagian kalangan masyarakat kita yang cenderung kurang mampu mengendalikan situasi. Belakangan bebarapa NGO/LSM mencoba mengembangkan konsep Adam, Making Peace (London: Tavistock Press, 1971) yang konsepnya disesuaikan dengan kondisi dalam negeri sebagai berikut:

Skema negosiasi untuk kepentingan penyelesaian konflik
Dalam skema di atas digambarkan dua hal openting. Pertama, dalam kondisi posisi tawar yang seimbang, kondisi lapangan cenderung statis/stabil/nyaris tidak ada gejolak, dan dalam proses negosiasi cenderung mudah dicapai adanya kesepakatan damai atau kesepakatan bersama bagi penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Kedua, menggambarkan situasi konflik dalam skala laten, dalam kondisi di mana kekuatan tidak seimbang, kondisi lapangan cenderung tidak kondusif, pihak yang posisi tawarnya kuat cenderung melakukan penekanan terhadap pihak yang posisi tawarnya lemah, dan yang lemah kurang siap untuk melakukan konflik secara terbuka. Pada kondisi seperti ini disarankan pihak-pihak yang lemah untuk melakukan pemberdayaan diri. Untuk kepentingan penyelesaian konflik biasanya pilihan yang diambil dalam penyelesaian konflik adalah melakukan konfrontasi apabila pihak-pihak tidak berkehendak untuk negosiasi, dengan konsekuensi salah satu pihak kalah. Kemudian diikuti dengan dibuatnya keputusan penyelesaian atas permasalahan tersebut dengan memberikan hak kepada pihak yang menang dalam konfrontasi yang terjadi. Atau yang kalah tetap mencoba bertahan. Pilihan kedua apabila tidak siap berkonfrontasi dapat diambil jalan negosiasi yang proses dan outputnya sama dengan gambaran yang pertama.

Negosiasi sebagai pilihan dalam proses penyelesaian konflik tentunya mensyaratkan beberapa hal mendasar sebagai berikut:

Pertama, adanya keinginan dan niat baik dari masing-masing pihak untuk musyawarah demi kepentingan penyelesaian konflik yang terjadi. Kedua, adanya fasilitator yang mampu memosisikan diri secara netral antara kedua belah pihak berkonflik. Ketiga, adanya keseimbangan posisi tawar antara pihak-pihak berkonflik.

Keempat, adanya situasi kondusif. Kelima, adanya kesadaran dari masing-masing pihak tentang permasalahan yang melatarbelakangi konflik. Keenam, adanya sikap konsisten dari masing-masing pihak terhadap segala hasil yang dicapai dalam musyawarah penyelesaian konflik. Ketujuh, tidak adanya campur tangan negara dan aparat dalam proses negosiasi, kecuali atas kehendak kedua pihak. Dalam posisi demikian negara/aparat harus netral konsisten dan memerankan diri sebagai mediator yang baik. Kedelapan, adanya kesamaan paradigma antara pihak-pihak bahwa negosiasi bukan arena memaksakan kepentingannya masing-masing. Kesembilan, adanya kesadaran saling menghormati. Dan kesepuluh, adanya keputusan formal yang bisa dijadikan pegangan masing-masing pihak sebagai bentuk penyelesaian konflik.

Konsep seperti ini umumnya bisa berjalan efektif apabila kesepuluh prasyarat tersebut bisa terpenuhi dengan baik. Namun harus dipahami bahwa untuk konflik-konflik hukum yang bersifat struktural, proses negosiasi umumnya bersifat alot. Sehingga membutuhkan waktu yang panjang. Kami sadar bahwa apa yang kami berikan kepada masyarakat Jawa Barat melalui kegiatan LBH Bandung selama ini belumlah mencapai hasil yang optimal. Mengingat segala keterbatasan kami sebagai umat manusia. Akan tetapi kami terus berharap agar kita dapat menikmati hidup dalam suatu tatanan bermasyarakat dan bernegara satu sama lain (tidak terkecuali negara) saling menghormati dan menghargai hak asasi manusia dan hak konstitusional setiap warganegara.[] Desantara / Gatot Rianto PBHI

pengorganisir masyarakat

MENGORGANISIR UNTUK KEKUATAN
Meningkatkan Kapasitas melalui Pengorganisasian
oleh Phil Bartle
diterjemahkan oleh Betha Apriana

Materi Pelatihan
Faktor-faktor lain memiliki pengaruh yang sama pentingnya, namun tingkat pengorganisasian masyarakat menentukan kekuatan

Terdapat banyak faktor yang memberikan kontribusi terhadap kekuatan, kapasitas, atu pemberdayaan, dan hal yang paling diperhatikan oleh seorang mobilisator adalah "organisasi."

Faktor-faktor lain memiliki pengaruh yang seimbang, namun tingkat dan efektifitas dari sebuah organisasi menentukan kekuatan dari sebuah kelompok, perwakilan atau masyarakat.

Mari kita gunakan tim sepakbola sebagai sebuah contoh. Kalau Anda memiliki dua tim sepakbola, dengan jumlah pemain yang sama, kemampuan teknis yang merata, kondisi fisik dan teknologi yang setara (misalnya kualitas sepatu yang digunakan), kedua tim tersebut kemungkinan besar akan sama kuat. Lalu bayangkan salah satu team tidak terorganisir; tidak ada pembagian tugas, tidak ada koordinasi, dan tidak ada struktur sosial yang jelas. Sedangkan tim yang lainnya terorganisir dengan baik, memiliki pelatih yang berwibawa, dan memiliki pembagian tugas antar pemain (penjaga gawang, penyerang, pemain bertahan dan sebagainya).

Masing-masin anggota tim memiliki peran yang berbeda-beda dan berlatih dengan sungguh-sungguh sebagai sebuah tim (misalnya dalam mengoper bola). Dalam hal ini, sangat mudah ditebak bahwa tim yang kedua lebih unggul dan memiliki kekuatan dan kapasitas di atas tim yang pertama, meskipun karakteristik kedua tim setara. Pengorganisasian yang lebik baik menghasilkan kapasitas yang lebih baik pula.

Demikianlah pula dengan masyarakat. Mari kita ambil kisah ini sebagai sebuah contoh (bukan dari sejarah yang terkandung di dalamnya, tetapi dari sisi prinsip sosiologinya)Masyarakat Akan di Afrika Barat berkembang sangat cepat selama abad ke-enam belas dan tujuh belas. Mereka juga secara cepat mengungguli komunitas Guan yang sebelumnya berada di depan mereka.

Level teknologi yang dimiliki kedua kelompok tersebut (termasuk persenjataan) berada pada tingkat yang sama, begitu pula dengan karakteristik-karakteristik lainnya. Namun masyarakat Guan bersifat patrilineall dan hidup terpencar-pencar, sedangkan masyarakat Akan bersifat matrilineal dengan struktur yang terorganisir dalam kelompok-kelompok klan yang beraliansi secara fungsional. Mereka juga hidup berkelompok, dimana setiap klan memiliki peran yang berbeda dalam peperangan (peran di bagian depan, kiri, kanan, belakang, domestik, dan peran utama) dan dalam organisasi pemerintahan. Seperti dalam mengorganisir sebuah tim sepakbola, faktor-faktor lainnya bersifat setara (teknologi, ketrampilan), namun kelompok dengan sistem yang lebih terorganisir (Akan, yang cikal bakalnya berasal dari Ashanti) menaklukkan kelompok yang lebih tidak terorganisir.

Intinya, bagi seorang mobilisator seperti Anda, tujuan utama dalam penguatan masyarakat berpenghasilan rendah adalah untuk membantu masyarakat tersebut memiliki kesadaran untuk menjadi lebih terorganisir, agar dapat melakukan berbagai hal secara lebih efektif. Bentuk badan eksekutif bagi kepentingan mereka, atau bantu mereka untuk memilih pemimpin, wakil, sekretaris, dan bendahara.

Bantulah masyarakat untuk menjadi lebih terorganisir, atau rombak organisasi yang sudah ada agar menjadi lebih efektif untuk memberdayakan mereka. Organisasi yang lebih baik memberikan kapasitas yang lebih baik pula.

Modul-modul lain akan menuntun Anda dalam pengorganisasian masyarakat. Perhatikan betul masyarakat yang Anda organisir (untuk tujuan apa?) dan libatkan kelompok target Anda untuk berpartisipasi sebagai mitra dalam kegiatan yang mulia ini (pemberdayaan masyarakat berpendapatan rendah).

Minggu, 13 Februari 2011

co

PENGEMBANGAN DAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
PENGEMBANGAN DAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAY
BAB I
FALSAFAH DASAR PENGEMBANGAN MASYARAKAT
DASAR PEMIKIRAN

Dalam negara yang sedang berkembang terdapat siklus keadaan yang merupakan suatu lingkaran yang tak berujung, yang menghambat perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia umumnya disebabkan karena Rendahnya Tingkat Sosial Ekonomi masyarakat yang mengakibatkan Ketidakmampuan dan Ketidaktahuan dalam berbagai hal khususnya dalam bidang kesehatan dan perawatan dalam memelihara diri mereka sendiri (Self Care)
Adam Curle (1970) ahli pengembangan masyarakat berpendapat bahwa : Sumber – sumber keterbelakangan masyarakat bukan terletak pada kurangnya pendayagunaan sumber – sumber ekonomi, tetapi pada penggunaan yang salah dari sumber daya manusiawi ( …… the wrong use of people…….).
BEBERAPA DEFINISI YANG MEMBERIKAN PENGERTIAN TENTANG PENGEMBANGAN MASYARAKAT ANTARA LAIN :
1. Menurut ” Bhattacarya “
Pengembangan Masyarakat adalah Pengembangan manusia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia untuk mengontrol lingkungannya.
Pengembangan masyarakat merupakan usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk berorganisasi, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. Manusia didorong untuk mampu membuat keputusan, mengambil inisiatif dan mampu berdiri sendiri.
2. Menurut ” T.R. Betten”.
Pengembangan Masyarakat bertujuan mempengaruhi perikehidupan rakyat jelata dimana keberhasilannya tergantung sekali pada kemauan masyarakat untuk aktif bekerjasama.
3. Menurut ” Yayasan Indonesia Sejahtera “
Pengembangan Masyarakat adalah Usaha – usaha yang menyadarkan dan menanamkan pengertian kepada masyarakat agar dapat menggunakan dengan lebih baik semua kemampuan yang dimiliki, baik alam maupun tenaga, serta menggali inisiatif setempat untuk lebih banyak melakukan kegiatan investasi dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

SETIAP USAHA YANG BERTUJUAN UNTUK MENGEMBANGKAN MASYARAKAT HENDAKNYA MENEMPUH LANGKAH – LANGKAH SEBAGAI BERIKUT :
1. Ciptakan kondisi agar potensi ( kemampuan ) setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan.
Potensi setempat sering kali tidak bisa digunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat karena adanya berbagai hambatan. Oleh karena
itu diperlukan kemampuan menganal hambatan – hambatan ini untuk selanjutnya bersama masyarakat menciptakan suatu kondisi agar potensi yang sudah ada dapat dimanfaatkan untuk peningkatan taraf hidup.
2. Tingkatkan mutu potensi yang ada.
Tergalinya potensi setempat harus diikuti dengan peningkatan mutu agar dapat diperoleh manfaat yang optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan mengikutsertakan masyarakat setempat sejak awal kegiatan hingga pelaksanaan dan perluasan kegiatan dengan mengadakan kegiatan – kegiatan pendidikan yang bersifat non formal.
3. Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada.
Terlaksananya kegiatan sebagai wujud pemanfaatan potensi yang ada bukanlah suatu tujuan akhir. Harus diusahakan agar kegiatan tersebut tidak berhenti begitu saja tetapi diikuti dengan kegiatan lain sebagai hasil daya cipta masyarakat. Untuk itu yang perlu diperhatikan adl :
Setiap kegiatan harus menimbulkan kepuasan agar timbul gairah dan daya cipta dari seluruh komponen masyarakat,
Kegiatan – kegiatan yang dilakukan harus yang berkelanjutan,
Harus ada latihan untuk pembentukan kader yang didikuti dengan usaha meningkatkan keterampilan.
4. Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
Tujuan akhir dari peningkatan pengembangan masyarakat adalah agar proses pengembangan masyarakat tersebut mampu menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan bertitik tolak dari pengertian tentang Pengembangan Masyarakat seperti yang telah diuraikan tersebut di atas, maka masyarakat merupakan Subyek dari kegiatan yang menjadi sasaran kegiatan. Peranan lembaga dari luar hanyalah sebagai perangsang agar proses yang terjadi berjalan secara optimal.
Dengan demikian, maka penjabarannya SECARA OPERASIONAL DILAKSANAKAN DENGAN CARA :
1. Berikan kesempatan agar masyarakat sendiri yang menentukan masalah kesehatannya, baik yang dihadapi secara individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
2. Berikan kesempatan agar masyarakat sendiri yang membuat analisa dan kemudian menyusun perencanaan penanggulangan masalah.
3. Berikan kesempatan agar masyarakat sendiri yang mengorganisir diri untuk melaksanakan usaha perbaikan tersebut.
4. Dalam proses ini sedapat mungkin digali sumber – sumber daya yang ada dalam masyarakat sendiri dan kalau betul – betul diperlukan dimintakan bantuan dari luar.
Dengan menjadikan masyarakat sebagai Subyek kegiatan, maka TUJUAN YANG INGIN DICAPAI DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT adalah :
1. Menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri.
2. Menimbulkan rasa bangga, semangat dan gairah kerja
3. Meningkatkan dinamika masyarakat untuk membangun
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka harus diperhatikan PRINSIP – PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT sebagai berikut :
1. Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat.
2. Program harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat,
3. Dalam melaksanakan kegiatan harus selalu diberikan bimbingan, pengarahan dan dorongan agar agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya,
4. selama proses ini petugas harus bersedia mendampingi masyarakat dengan mengambil fungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses.
Dalam Program Pengembangan Masyarakat, terkandung UNSUR – UNSUR PENTING sebagai berikut :
1. Program terencana dan terfokus pada kebutuhan – kebutuhan menyeluruh ( Total Needs ) dari masyarakat yang bersangkutan,
2. Mendorong Swadaya Masyarakat ( ini adalah Unsur Utama ),
3. Adanya bantuan teknis dari pemerintah maupun badan – badan swasta atau organisasi – organisasi sukarela, yang meliputi tenaga atau personil, peralatan, bahan dan dana bersifat sementara dan tidak menimbulkan ketergantungan,
4. Mempersatukan berbagai spesialisasi seperti kesehatan masyarakat, pertanian, peternakan, pendidikan, kesejahteraan keluarga, kewanitaan, kepemudaan dll untuk membantu masyarakat.
Menurut Mezirow ( 1963 ), ada 3 macam BENTUK PROGRAM DALAM USAHA PENGEMBANGAN MASYARAKAT, yaitu :
1. Program Integratif
Pengembangan Masyarakat melalui koordinasi dinas – dinas teknis terkait atau yang lebih dikenal dengan Kerjasama Lintas Sektoral
2. Program Adaptif
Pengembangan Masyarakat hanya ditugaskan kepada salah satu Instansi/Departemen yang bersangkutan saja yang secara khusus melaksanakan kegiatan tersebut atau yang dikenal dengan Kerjasama Lintas Program.
3. Program Proyek
Pengembangan Masyarakat dalam bentuk usaha – usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dg kebutuhan wilayah tsb.
Namun demikian terlepas dari semua pengertian tersebut tentang Pengembangan Masyarakat, maka “Charles Erasmus” merupakan orang yang berpandangan kontra pengembangan masyarakat, yang menyatakan bahwa Orang – orang dewasa yang sudah mencapai tingkat kematangan tertentu, yang telah mempunyai perasaan – perasaan rendah diri dan tidak percaya diri sendiri dan mempunyai kecenderungan untuk menghindari situasi – situasi baru, tidak mungin dirubah dalam sekejap, sekalipun dibuka kesempatan – kesempatan.
Menurut Erasmus, Pengembangan Masyarakat hanyalah suatu “Adult Manipulation” belaka. Ia berkeyankinan bahwa faktor yang penting dalam pembangunan adalah adanya kesempatan menuju perubahan ( Perubahan Sosial ). Kalau momentumnya tepat, pembangunan materiil akan merangsang tumbuhnya cara – cara hidup yang lebih sehat untuk seterusnya, tanpa melalui filsafat birokratis tentang swadaya masyarakat.
BAB II
PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
PENGERTIAN
Menurut “Ross Murray” Pengorganisasian Masyarakat adalah : Suatu proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan dan menentukan prioritas dari kebutuhan – kebutuhan tersebut, dan mengembangkan keyakinan untuk berusaha memenuhi kebutuhan – kebutuhan sesuai dengan skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada dalam masyarakat sendiri maupun yang berasal dari luar dengan usaha secara gotong royong.
ASPEK – ASPEK PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Pada pengertian tersebut terdapat 3 ASPEK PENTING yang terkandung di dalamnya, yaitu :
1. PROSES
a). Merupakan proses yang terjadi secara sadar, tetapi mungkin juga tidak disadari,
b). Jika proses disadari, berarti masyarakat menyadari akan adanya kebutuhan,
c). Dalam prosesnya ditemukan unsur – unsur kesukarelaan. Kesukarelaan timbul karena adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan sehingga mengambil inisiatif atau prakarsa untuk mengatasinya,
d). Kesukarelaan juga terjadi karena dorongan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan kelompok atau masyarakat,
e). Kesadaran terhadap kebutuhan dan masalah yang dihadapi biasanya ditemukan pada segelintir orang saja yang kemudian melakukan upaya menyadarkan masyarakat untuk mengatasinya.
f). Selanjutnya mengintruksikan kepada masyarakat untuk bersama – sama mengatasinya.
2. MASYARAKAT
Masyarakat biasanya diartikan sebagai :
a). Kelompok besar yang mempunyai Batas – batas Geografis : Desa, Kecamatan, Kabupaten dsb.
b). Suatu kelompok dari mereka yang mempunyai kebutuhan bersama dari kelompok yang lebih besar,
c). Kelompok kecil yang menyadari suatu masalah harus dapat menyadarkan kelompok yang lebih besar,
d). Kelompok yang secara bersama – sama mencoba mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya.
3. BERFUNGSINYA MASYARAKAT
Untuk dapat memfungsikan masyarakat, maka harus dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :
a). Menarik orang – orang yang mempunyai inisiatif dan dapat bekerja, untuk membentuk kepanitiaan yang akan menangani masalah – masalah yang berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,
b). Membuat rencana kerja yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh keseluruhan masyarakat,
c). Melakukan upaya penyebaran rencana ( kampanye ) untuk mensukseskan rencana tersebut.
PERSYARATAN PETUGAS
Untuk menentukan seseorang sebagai “Community Worker” atau sebagai “Promotor Kesehatan Desa (Promokesa)”, harus memiliki syarat – syarat sebagai berikut :
1. Mampu menggunakan berbagai pendekatan kepada masyarakat sehingga dapat menarik kepercayaan masyarakat,
2. Mampu mengajak masyarakat untuk bekerjasama serta membangun rasa saling percaya antara petugas dan masyarakat,
3. Mengetahui dengan baik sumber daya dan sumber alam yang ada di masyarakat, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah,
4. Mampu berkomunikasi secara baik dengan masyarakat, menggunakan metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat sehingga informasi dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh masyarakat,
5. Mempunyai kemampuan profesional dalam berhubungan dengan masyarakat, baik formal leader maupun informal leader,
6. Mempenyai pengetahuan tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keadaan lingkungannya,
7. Mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan yang dapat diajarkan kepada masyarakat,
8. Mengetahui dinas – dinas terkait dan tenaga ahli yang ada di wilayah tersebut untuk dimintakan bantuan keikutsertaannya dalam memecahkan masalah masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka.
PENDEKATAN DALAM PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Pada prinsipnya Pengorganisasian Masyarakat mempunyai orientasi kepada kegiatan tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu menurut “Ross Murray” dalam Pengorganisasian Masyarakat, terdapat 3 Pendekatan yang digunakan, yaitu :
1. Spesific Content Objective Approach
Adalah : Pendekatan baik perseorangan ( Promokesa ), Lembaga swadaya atau Badan tertentu yang merasakan adanya masalah kesehatan dan kebutuhan dari masyarakat akan pelayanan kesehatan, mengajukan suatu proposal / program kepada instansi yang berwenang untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Contoh : Program penanggulangan sampah.
2. General Content Objective Approach
Adalah : Pendekatan yang mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam suatu wadah tertentu.
Misalnya : Program Posyandu, yang melaksanakan 5 – 7 upaya kesehatan yang dijalankan sekaligus.
3. Process Objective Approach
Adalah : Pendekatan yang lebih menekankan kepada proses yang dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pengambil prakarsa, mulai dari mengidentifikasi masalah, analisa, menyusun perencanaan penaggulangan masalah, pelaksanaan kegiatan, sampai dengan penilaian dan pengembangan kegiatan ; dimana masyarakat sendiri yang mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki.
Yang dipentingkan dalam pendekatan ini adalah Partisipasi masyarakat / Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan Kegiatan.
LANGKAH2 PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Menurut “Adi Sasongko ( 1978 )”, langkah – langkah yang harus ditempuh dalam Pengorganisasian Masyarakat adalah :
1. Persiapan sosial :
a). Pengenalan Masyarakat
b). Pengenalan Masalah
c). Penyadaran Masyarakat
2. Pelaksanaan
3. Evaluasi
4. Perluasan
1. PERSIAPAN SOSIAL
Tujuan persiapan sosial adalah mengajak pasrtisipasi atau peran serta masyarakat sejak awal kegiatan, selanjutnya sampai dengan perencanaan program, pelaksanaan hingga pengembangan program kesehatan masyarakat.
Kegiatan – kegiatan dalam persiapan sosial ini lebih ditekankan kepada persiapan – persiapan yang harus dilakukan baik aspek teknis, administratif dan program – program kesehatan yang akan dilakukan.
a). Tahap Pengenalan Masyarakat
Dalam tahap awal ini kita harus datang ke tengah – tengah masyarakat dengan hati yang terbuka dan kemauan untuk mengenal masyarakat sebagaimana adanya, tanpa disertai prasangka sambil menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tahap ini dapat dilakukan baik melalui Jalur Formal yaitu dengan melalui sistem pemerintahan setempat seperti Pamong Desa atau Camat, dan dapat juga dilakukan melalui Jalur Informal misalnya wawancara dengan To-Ma, seperti Guru, Pemuka Agama, tokoh Pemuda,dll.
b). Tahap Pengenalan Masalah
Dalam tahap ini dituntut suatu kemampuan untuk dapat mengenal masalah – masalah yang memang benar – benar menjadi kebutuhan masyarakat. Untuk dapat mengenal masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh tersebut, diperlukan interaksi dan interelasi dengan masyarakat setempat secara mendalam.
Dalam tahap ini mungkin akan banyak ditemukan masalah – masalah kesehatan masyarakat, oleh karena itu harus disusun skala prioritas penanggulangan masalah. Beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menyusun prioritas masalah adalah :
1). Beratnya Masalah
Yang perlu dipertimbangkan di dini adalah Seberapa jauh masalah tersebut menimbulkan gangguan terhadap masyarakat.
2). Mudahnya Mengatasi
Yang diperhatikan adalah kemudahannya dalam menanggulangi masalah tersebut.
3). Pentingnya Masalah Bagi Masyarakat
Yang paling berperan di sini adalah Subyektifitas masyarakat sendiri dan sangat dipengaruhi oleh kultur – budaya setempat
4). Banyaknya Masyarakat yang Merasakan Masalah
Misalnya perbaikan Gizi, akan lebih mudah dilaksanakan di wilayah yang banyak balitanya.
c). Tahap Penyadaran Masyarakat
Tujuan tahap ini adalah menyadarkan masyarakat agar mereka :
1). Menyadari masalah – masalah kesehatan yang mereka hadapi
2). Secara sadar berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan masalah kesehatan yang dihadapi,
3). Tahu cara memenuhi kebutuhan akan upaya pelayanan kesehatan sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada.
Agar masyarakat dapat menyadari masalah dan kebutuhan mereka akan pelayanan kesehatan, diperlukan suatu mekanisme yang terencana dan terorganisasi dengan baik, untuk itu beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka Menyadarkan Masyarakat adalah :
1). Lokakarya Mini Kesehatan,
2). Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD )
3). Rembuk Desa
2. PELAKSANAAN
Setelah rencana penanggulangan masalah disusun dalam Lokakarya Mini atau MMD, maka langkah selanjutnya adalah Melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan masalah kesehatan masyarakat adalah :
1). Pilihlah kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,
2). Libatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam upaya penaggulangan masalah,
3). Kegiatan disesuaikan dengan kemampuan, waktu, dan sumber daya yang tersedia di masyarakat,
4). Tumbuhkan rasa percaya diri masyarakat bahwa mereka mempunyai kemampuan dalam penanggulangan masalah.
3. EVALUASI
Penilaian dapat dilakukan setelah pelaksanaan dijalankan dalam jangka waktu tertentu. Dalam melakukan penilaian ada 2 cara, yaitu :
1). Penilaian Selama Kegiatan Berlangsung
• Disebut juga Penilaian Formatif = Monitoring
• Dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan perencanaan penanggulangan masalah yang telah disusun.
• Sehingga dapat diketahui perkembangan hasil yang akan dicapai.
2). Penilaian Setelah Program Selesai Dilaksanakan
• Disebut juga Penilaian Sumatif = Penilaian Akhir Program
• Dilakukan setelah melalui jangka waktu tertentu dari kegiatan yang dilakukan.
• Dapat diketahui apakah tujuan / target dalam pelayanan kesehatan telah tercapai atau belum.
4. PERLUASAN
Perluasan merupakan pengembangan dari kegiatan yang dilakukan, dan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1). Perluasan Kuantutatif
Yaitu : perluasan dengan menambah jumlah kegiatan yang dilakukan, baik pada wilayah setempat maupun wilayah lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
2). Perluasan Kualitatif
Yaitu : perluasan dengan dengan meningkatkan mutu atau kualitas kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dari masyarakat yang dilayani.
BAB III
MOBILISASI, PARTISIPASI DAN KEDERISASI
BATASAN MOBILISASI
Mobilisasi merupakan Pengerahan seluruh anggota masyarakat untuk ikut aktif dalam suatu usaha demi kepentingan bersama.
Dalam masyarakat Jawa terkenal dengan istilah “Gugur Gunung” yang berarti bersama sama bergerak dalam menangani suatu proyek bersama untuk kepentingan semua orang.
Untuk dapat bergerak, maka kelompok inti dengan atau tanpa extension worker harus mampu mempengaruhi orang – orang atau seluruh masyarakat agar merubah sikap dan membangkitkan keinginan mereka untuk ikut bergerak bersama.
MOBILISASI ORGANISASI MASYARAKAT
Dalam masyarakat yang cukup besar jumlahnya dan heterogen, maka kemungkinan untuk melakukan mobilisasi langsung menjadi kurang efektif dan terlalu lama. Jalan lain yang mungkin dapat ditempuh untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan pendekatan melalui organisasi – organisasi masyarakat yang ada, dengan menggunakan Langkah – langkah sebagai berikut :
1). Membuat daftar organisasi yang ada
2). Mengetahui kegiatan utama dan mengenal tokohnya
3). Menganalisa kemungkinan yang mendukung ataupun yang menghambat program
4). Membuat perkiraan kemungkinan hal – hal yang dapat membantu program dari setiap organisasi
5). Mengatur strategi agar organisasi – organisasi yang netral dapat segera diajak masuk dalam program dan menetralisir organisasi – organisasi lain yang menentang.
PARTISIPASI & PERANAN ORGANISASI SETEMPAT
Partisipasi yang dibutuhkan adalah partisipasi yang bertanggung jawab, bukan asal ikut ramai – ramai tanpa mengetahui sebenarnya apa yang harus dilakukan dan untuk apa ikut dalam usaha bersama itu.
Partisipasi akan dapat mencapai hasil yang optimal apabila masing – masing telah mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari kegiatan bersama tersebut.
Peranan yang diharapkan dari organisasi setempat sangat luas, yang diantaranya adalah :
• Pemberian fasilitas fisik, seperti : ruang untuk pertemuan, alat transportasi, dll.
• Pemberian fasilitas non fisik, seperti : wibawa, mekanisme kontrol, dukungan moral, bantuan pikiran dll.
Di negara – negara yang sedang berkembang, hampir sebagian besar warga masyarakatnya berada pada tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah.
Hal ini mengakibatkan “terpendamnya” potensi – potensi yang sebenarnya dimiliki oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa dalam keadaan seperti ini, prakarsa pembangunan hampir selalu dimulai oleh aparat pemerintah.
PENGERTIAN KADER DESA
Kader Desa adalah : Tenaga sukarela yang terdidik dan terlatih dalam bidang tertentu, yang tumbuh ditengah – tengah masyarakat dan merasa berkewajiban untuk melaksanakan, meningkatkan, dan membina kesejahteraan masyarakat dengan rasa iklas tanpa pamrih dan didasari panggilan untuk melaksanakan tugas – tugas kemanusiaan.
Bertitik tolak dari pengertian ini, maka kader desa adalah wakil dari masyarakat yang akan merumuskan segala hal yang menjadi kebutuhan dari masyarakat dan melakukan usaha – usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kader desa akan menjadi “agent of change” yang akan membawa norma – norma baru yang sesuai dengan nilai tradisional mereka dan yang akan menggali segi – segi positif yang ada pada norma – norma tradisional masyarakat mereka.
OPTIMALISASI POTENSI KADER DESA
Beberapa cara / langkah – langkah untuk mengoptimalkan potensi kader desa antara lain :
1). Jangan terlalu ketat membuat pembatasan – pembatasan
2). Pembinaan kader desa harus dilakukan secara positif dan berkesinambungan,
3). Menumbuhkan dan mengembangkan sistem yang dapat menunjang peran kader desa.
KEUNTUNGAN KADER DESA
Keuntungan yang diperoleh Masyarakat dengan adanya Kader adalah :
1). Meningkatkan kualitas kemampuan hingga menumbuhkan pemimpin dan kepemimpinan baru dalam masyarakat,
2). Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan atau fasilitas yang disediakan dengan lebih optimal,
3). Keterlibatan masyarakat dalam program menjadi lebih besar sehingga ikut berperan secara aktif dalam menyusun tujuan – tujuan yang ingin dicapai.
Keuntungan yang diperoleh Lembaga yg. Mensponsori Program dengan adanya Kader adalah :
1). Program dapat dikerjakan kader dan menekan biaya,
2). Daya jangkau program menjadi lebih luas dg. Tambahan tenaga kader,
3). Cara pelaksanaan kegiatan / program dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. ( Krn. Kader berasal dari masyarakat setempat yang telah dipilih oleh masyarakat dan pamong setempat )

cara daftar cpns

P E N G U M U M A N
NOMOR : 810/ 11244 /212/2010
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010

Dalam rangka mengisi lowongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2010, sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : B/2972/M.PAN-RB/10/2010 Tanggal 29 Oktober 2010 Perihal Persetujuan Rincian Tambahan Alokasi Formasi CPNS Daerah Tahun 2010, dengan ini diumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka kesempatan bagi Warga Negara Republik Indonesia yang berminat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan ketentuan sebagai berikut :

I. FORMASI JABATAN YANG LOWONG

* Tenaga Kesehatan : 149 orang
* Tenaga Teknis : 246 orang

II. KETENTUAN UMUM
1. Penerimaan CPNSD Pemerintah Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pengumuman dan pendaftaran, seleksi administrasi, ujian akademis, seleksi berkas administrasi persyaratan pengangkatan dan penetapan pengangkatan CPNSD.
2. Bersedia mengikuti seluruh proses tahapan seleksi.

III. PERSYARATAN PELAMAR
A. Persyaratan Umum

* 1. Warga Negara Indonesia;
* 2. Berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun dihitung sampai dengan tanggal 01 Januari 2011;
* 3. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah;
* 4. Tidak pernah mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah;
* 5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
* 6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Anggota Kepolisian Negara atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
* 7. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/TNI/POLRI;
* 8. Berkelakuan baik;
* 9. Tidak menjadi anggota atau pengurus parpol;
* 10. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan ketrampilan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan;
* 11. Lulusan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang terakreditasi oleh BAN-PT (kecuali kualifikasi pendidikan setingkat SLTA);
* 12. Melengkapi persyaratan lamaran berikut lampiran yang telah ditentukan;
* 13. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dasar (Word, Exel, Power Point);
* 14. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. Persyaratan Pendaftaran

* 1. Surat lamaran (lihat contoh) ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur cq. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Jl. Jemur Andayani 1 Surabaya PO.BOX BKD JATIM2010 SBS 60400, ditulis tangan dengan tinta hitam, di atas kertas double folio bergaris, tanpa meterai dan ditandatangani oleh pelamar;
* 2. Foto copy KTP yang masih berlaku sebanyak 1 lembar;
* 3. Foto copy ijasah berikut transkrip nilai yang dilegalisir (cap basah dan tanda tangan asli) oleh Rektor/Dekan bagi lulusan D-3, S1 atau S2, sedangkan setingkat SLTA atau sederajat oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan ( bagi lulusan SLTA Negeri), oleh Kabid/Kasubid atau yangsetingkat dan berkompeten pada Dinas Pendidikan (bagi lulusan SLTA Swasta) sebanyak 1 lembar;
* 4. Bagi Pelamar yang mendaftar untuk mengisi formasi Dokter Spesialis atau Apoteker harus melampirkan foto copy ijasah profesi yang dilegalisir sebagai Dokter Spesialis atau Apoteker;
* 5. Pas foto hitam putih terbaru ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar dan pada bagian belakang dicantumkan nama pelamar;
* 6. Nomor registrasi/pendaftaran yang dicetak melalui internet;
* 7. Sampul balasan ditulis nama lengkap dan alamat lengkap pelamar beserta nomor telepon yang dapat dihubungi;
* 8. Biaya pengiriman melalui Kantor Pos sebesar Rp. 12.500 ( sudah termasuk perangko balasan).

IV. CARA PENDAFTARAN

* 1. Pendaftaran secara online dimulai pada tanggal 19 Nopember 2010 sampai dengan 03 Desember 2010 dengan cara mengisi data identitas, kualifikasi pendidikan dan jenis formasi yang dilamar melalui media internet dengan alamat http://bkd.jatimprov.go.id.
* 2. Pelamar yang memenuhi persyaratan dapat mencetak nomor registrasi/pendaftaran melalui internet dan mengajukan surat lamaran;
* 3. Surat lamaran dikirim melalui Pos Express atau Pos Kilat Khusus CPNS tercatat mulai tanggal 19 Nopember 2010 (cap pos) sampai dengan 03 desember 2010 (cap pos).

V. PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI

* 1. Pengumuman seleksi administrasi, bagi pelamar yang memenuhi syarat akan diumumkan pada tanggal 08 Desember 2010 melalui internet dengan alamat http:// bkd.jatimprov.go.id.
* 2. Bagi pelamar yang tidak memenuhi syarat administrasi berkas lamaran tidak dikembalikan dan menjadi milik panitia.

VI. PELAKSANAAN UJIAN
Pelaksanaan ujian direncanakan tanggal 12 Desember 2010 di Surabaya dan hasilnya diumumkan pada tanggal 21 Desember 2010 melalui internet dengan alamat http:// bkd.jatimprov.go.id.

VII. MATERI UJIAN

* 1. Tes Pengetahuan Umum (TPU)
* 2. Tes Bakat Skolastik (TBS)
* 3. Tes Skala Kematangan (TSK)

VIII. LAIN-LAIN

* 1. Surat keterangan kelulusan atau ijasah sementara tidak dapat diterima;
* 2. Dalam hal aplikasi pendaftaran melalui internet tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, pelamar dapat mengirim lamaran beserta lampirannya melalui Kantor Pos;
* 3. Pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi pendaftaran mendapat Tanda Nomor Peserta Ujian dan disampaikan ke alamat pelamar yang bersangkutan melalui kantor pos. Tanda Nomor Peserta Ujian harus dibawa dan ditunjukkan ke Panitia pada saat mengikuti ujian;
* 4. Pelamar tidak dipungut biaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Panitia;
* 5. Berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas tidak akan diproses;
* 6. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus hingga tahap terakhir seleksi, tetapi mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan Panitia sebesar Rp. 15.000.000,- ( Lima Belas Juta Rupiah);
* 7. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas terkait penerimaan CPNS dapat menghubungi Panitia Pengadaan CPNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama jam kerja dengan nomor telepon 031-8476668, 031-77783573, 031-77783574 atau e-mail ke forbangjatim@yahoo.co.id.

PENGANGKATAN GTT 2011

Pemerintah didesak tuntaskan pengangkatan pegawai honorer jadi CPNS pada tahun 2011
January 26th, 2011 • Related • Filed Under
Filed Under: Berita CPNS
Tags: Badan Kepegawaian Negara • benarkah ada penambahan cpns di kabupaten jember periode 2010-2011 • bidan ptt pusat khusus kabupaten dompu • bidan yg menjadi kekuasaan bdn eksekutif • cache:2y2jca1yo34j:lokerjatimterbaru.co.cc/pemerintah-didesak-tuntaskan-pengangkatan-pegawai-honorer-jadi-cpns-pada-tahun-2011/ pendataan honorer jadi cpns • Calon Pegawai Negeri • Calon Pegawai Negeri Sipil • CPNS • Cpns Honorer • cpns honorer kategori 1 • cpns jawa tengah tahun 2011 • data base bidan kab kendal • database pegawai ptt di kab bekasi • Dpp • draft peraturan pemerintah tentang tenaga honorer tahun 2011 dari menpan/bkn dan dpr ri • ederan bupati loteng tentang lauk pauk gtt 2011 • formasi cpns jateng • Gtt • gtt kab malang • guru tidak tetap gunungkidul 2011 • hasil verifikasi dan validasi tenaga honorer ke 1 kab ngawi • hasil verifikasi honorer riau 2011 • honor data base provinsi riau • Honorer • honorer 2011 • honorer pemda 2011 jd cpns • honores jadi cpns • info loker bidan depnaker cilacap 2011 • info pendaftaran ptt bidan 2011 dari bkd trenggalek • informasi bidan ptt banjarnegara februari 2011 • informasi ptt tahun 2011 • jateng • koperasi • Kota • Lanjut • lowongan kerja bidan ptt terbaru tahun 2011 • Madiun • Malang • Masing • nama yang masuk data base bidan ptt kabupaten langkat 2011 • Pegawai Negeri Sipil • pendaftaran universitas di indonesia • Pendayagunaan Aparatur Negara • penerimaan bidan ptt tahaun 2011 • pengangkatan bidan ptt menjadi cpns tahun 2011 • pengangkatan cpns 2011 • pengangkatan gtt menjadi cpns 2011 • pengangkatan honorer • pengangkatan honorer 2011 • pengangkatan honorer database • pengangkatan honorer menjadi cpns2012 • pengangkatan honorer tahun 2011 • pengangkatan pegawai ptt dki jakrta • pengangkatan tenaga honorer 2011 • pengangkatan tenaga honorer menjadi cpns th 2011 • pengumuman cpns honorer 2011 • ptt kabupaten bangli tahun 2005 • ptt untuk jadi cpns • Rapat • Reformasi • Ribu • RPP • rpp menpan dan rb • sejarah berdirinya koperasi pkpri kota blitar • Semarang • site:pengumuman-cpns.com tunjangan kepala sd tahun 2011di inhil • soal cpns 2011 untuk bidan • SRAGEN • Surat Edaran • verifikasi pendataan kategori 2 kab karanganyar

Puluhan perwakilan pegawai honorer sekolah negeri se-Indonesia menuntut kepada pemerintah agar menuntaskan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ratusan ribu tenaga honorer pada tahun ini.

Persoalan tersebut mencuat dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Persatuan Honorer Sekolah Negeri Seluruh Indonesia (FHSNI) di Gedung Pusat Koperasi Pegawai Republoik Indonesia (PKPRI), Minggu (16/1).

Perwakian dari berbagai kota hadir dalam pertemuan tersebut, yakni dari Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Madiun, Solo, Sragen dan sejumlah daerah lainya di Indonesia. Hadir Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PHSNI Suwandi yang membuka Rakernas secara langsung. Rakernas kali ini difokuskan pada pengawalan draf rancangan peraturan pemerintah (RPP) revisi atas PP 48/2005 junto PP 41/2007 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

Ketua Panitia Rakernas PHSNI, Sutomo saat ditemui wartawan, Minggu, mengungkapkan saat ini draf RPP itu sudah dibahas oleh DPR RI dan dalam waktu dekat bakal ditetapkan sebagai regulasi.

Menurut dia, untuk persiapan PP baru itu, masing-masing pemerintah daerah melakukan pendataan dan verifikasi tenaga honorer sesuai dengan Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 05/2010.

“Melalui PP baru ini semua tenag honorer harus selesai diangkat menjadi CPNS maksimal tahun ini. Di Indonesia ada sebanyak 875.000 orang, sedangkan di Jateng sendiri ada sekitar 27.000 orang dan di Sragen ada sebanyak 1.800 orang. Data tersebut didasarkan pada hasil pendataan per Desember 2005 lalu. Khusus di Sragen sebanyak 1.800 orang mestinya terakomodasi semua,” tegas Sutomo.

Lebih lanjut Sutomo yang juga Ketua Forum Guru dan Pegawai Tidak Tetap (FGPTT) Sragen menambahkan pendataan di Sragen sudah selesai, namun ada penambahan data yang signifikan dari pemerintah. Menurut dia, jumlah GTT/PTT yang terdaftar di data base 2005 mestinya berkurang sampai 400 orang dari data sebanyak 1.800 orang. Namun data yang dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), ulasnya, sebanyak 2.173 orang, sehingga ada tambahan sekitar 700-an orang.

LOWONGAN KERJA BANK GAJI BESAR

owongan pekerjaan Bank CIMB Niaga Februari 2011
Sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia, PT Bank CIMB Niaga, Tbk mengundang profesional muda untuk mengembangkan karir dan memiliki kemauan untuk sukses dengan bergabung menjadi salah satu bagian dari tim di Unit Usaha Mikro Laju sebagai

Teller (TL)

Bertanggung jawab terhadap proses transaksi di unit mikro

Persyaratan khusus :

* Mampu mengoperasikan komputer terutama MS. Office
* Memiliki SIM C dan kendaraan roda 2
* Mampu berkomunikasi secara baik dan benar
* Memiliki kemampuan menjalin hubungan baik dengan nasabah
* Melakukan penagihan (cash pick up) kepada nasabah
* Diutamakan putra daerah yang mampu menguasai bahasa daerah dan mengenal dengan baik komunitas setempat

Persyaratan Umum :

* Pria /Wanita, pendidikan minimal D3/S1, IPK minimal : 2,75
* Usia maksimal 27 tahun

Credit Officer (CO)

Bertanggung jawab atas proses pelaksanaan proses pencairan kredit.

Persyaratan khusus :

* Mampu mengoperasikan komputer terutama MS. Office
* Memiliki kemampuan analisa keuangan yang baik
* Memiliki kemampuan mereview aplikasi kredit dan jaminan dengan baik
* Memiliki pengalaman minimal 1 (satu) tahun sebagai Credit Officer
* Diutamakan putra daerah yang mampu menguasai bahasa daerah dan mengenal dengan baik komunitas setempat

Persyaratan Umum :

* Pria /Wanita, pendidikan minimal D3/S1, IPK minimal : 2,75
* Usia maksimal 30 tahun

Cluster Manager (CM)

Bertanggung jawab terhadap penetapan target bisnis dan pembukaan unit­unit baru dan memastikan berjalannya operasional unit dalam area yang dipimpinnya.

Persyaratan khusus :

* Mampu mengoperasikan komputer terutama MS. Office
* Memiliki leadership dan networking yang baik
* Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga ) tahun di bidang perkreditan dan memimpin unit usaha mikro

Persyaratan Umum :

* Pria /Wanita, pendidikan minimal D3/S1, IPK minimal : 2,75
* Maksimum usia maksimal 35 tahun

LOKASI PENEMPATAN

Sumatera Utara
Binjai, Deli Serdang, Langkat, Medan, P. Siantar, R. Prapat, Serdang Bedagai, T. Tinggi, Balige, Sibolga, P. Sidempuan

Sumatra Barat
Batu Sangkar, Bukit Tinggi, Lubuk Alung, Padang, Payakumbuh, Solok, Koto Baru, Simpang Empat Pasaman

Riau
Air Molek, Bagan Batu, Bengkalis, Dumai, Duri, Kandis, Pangkalan Kerinci, Pekanbaru, Taluk Kuantan, Ujung Batu

Kirim surat lamaran dan CV lengkap anda beserta copy KTP dan Foto 4 x 6 (1 lembar) dan cantumkan kode posisi dan lokasi penempatan di sudut kanan atas pada amplop lamaran ke alamat :

HR Mikro Laju Sumbagut PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Jl. Gatot Subroto No.188 B. Lt. 2 Medan

Email : anwarsyah83@yahoo.com; anwarsyah83@gmail.com

UP: ANWARSYAH

lowongan guru les

Primagama Quantum Kids Kursus Matematika Cepat Otak Kanan, Membuka Informasi Lowongan Kerja Bogor Maret 2011 terbaru untuk :

Guru Koordinator bidang Matematika

Lokasi Lowongan Kerja 2011 di : Cibubur, Cibinong, Bogor dan sekitarnya

Persyaratan :

* Dapat kerja fulltime, kandidat yang terpilih akan di-training untuk penyetaraan teaching style dan pemahaman QuantumTrick method.
* Laki-laki/perempuan, usia max 28 th.
* S1 Pendidikan Keguruan, khususnya Matematika, min mahasiswa tingkat akhir/sedang menyelesaikan skripsi
* Dapat membimbing pelajaran Matematika level SD yang penuh permainan dan kreatif.
* Menyukai anak-anak dan dunia pendidikan, berpenampilan menarik, ramah, supel, humoris, aktif dan dinamis.

kirim cv + photo ke : quantumkids.cibubur@gmail.com
dan ke: primagamaquantumkids.cibinong@gmail.com
No. Telp. : 021 – 84304506

Tgl. Penutupan Lowongan Kerja Guru Koordinator bidang Matematika 2011 di Primagama Quantum Kids : 26 Maret 2011. Informasi Lowongan Kerja Maret 2011 terbaru.
e urgently need dynamic and qualified candidate for the following position:

PRE-SCHOOL AND KINDERGARTEN TEACHERS

Qualifications:

* Bachelor degree in any major, an advantage if degree is in early childhood
* Maximum 30 years old
* Fluent in English (Oral & Written)
* Posses good team work and genuinely loves children
* Preferably able to swim

Please send your CV and recent Photograph to:

RISING STARS
Jl. Pancoran Timur 20 – Perdatam
Jakarta Selatan
Phone: 021-79182818

or by email to: info@risingstars-school.com

lowongan guru

Dengan ini kami dari Bunda Hati Mulia membuka lowongan kerja sebagai guru matematika SD. Adapun syarat-syarat sebagai berikut :
- Diutamakan Wanita
- Pendidikan min D3/Sederajat
- Umur maksimal 30 tahun
- Sabar dan menyukai anak-anak
- Bisa berbahasa inggris merupakan tambahan
- Bersedia ditempatkan di Jakarta Barat
- Bersedia mengikuti test di Jakarta/Tangerang

Lamaran dapat dikirimkan ke :
Bunda Hati Mulia
Ruko blok F no. 7
Taman Semanan Indah
Duri Kosambi – Cengkareng
Jakarta Barat 11750
Telp : (021) 5444.398 (Jeanny)

atau

Email : bunda_hati_mulia@yahoo.com

lowongan kerja 2011 gaji besar

Lowongan Kerja Februari 2011 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Tangerang – Informasi lowongan pekerjaan job vacancy loker februari 2011 di jakarta, surabaya, bandung, tangerang.

Nama Perusahaan : PT. Utama Karya Sentosa
Deskripsi : Perusahaan yg bergerak dibidang HealtCare (Union Hygiene), berskala Nasional dengan cabang, Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Surabaya, Bali, Medan, Pekan baru dan makasar.

Kantor Pusat.
Jl. Taman Tekno block E3 No.11
BSD Tanggerang
Telpn : 021 – 75877700 (Hunting).
Fax. 021 – 75877772

Website :

http://www.union-hs.com

http://www.crissom.com

Lowongan Kerja Terbaru Februari 2011 untuk :

1. Sales Manager (SM) Area Jakarta, Bandung, Surabaya.
2. Sales Executive (SE) Area Jakarta, Bandung, Surabaya.
3. Akuntansi (AD). Area Bsd.

Lokasi Lowongan Kerja Februari 2011 di : Tanggerang, Jakarta, Bandung, Surabaya

Persyaratan :

1. Sales Manager

* Pria / wanita max 30 tahun.
* Pend.min S1 semua jurusan. Menguasai bhs inggris dng lisan maupun tulisan.
* Pengalaman/pernah menjadi sales manager min 2 tahun.
* Menguasai MS Word, Strategy marketing dan berkerja dng targeting.
* Mempunyai Leadership.
* Punya SIM A

2. Sales Executive(SE).

* Pria/wanita, pengalaman min 2th.
* Usia Max 30 th, diutamakan marketing farmasi dan perusahaan multi national.
* Pendidikan Min. D3 ,Memiliki kendaraan sendiri.
* Penampilan rapi, menarik dan komunikatif.
* Dapat Bekerja memenuhi Target.

3.Akuntansi(AD).

* Wanita, pengalaman kerja min 3 th,
* Usia Max 27 th.
* Menguasai MS Office.
* Penampilan rapi, menarik dan komunikatif.
* Diutamakan domisili BSD, Tanggerang dan sekitarnya.

Kirimkan lamaran dan CV lengkap via POS ke :

HRD PT. Utama Karya Sentosa
Jl. Taman Tekno block E3 No.11 BSD Tanggerang 15310

Atau via email ke : unionpersonalia@gmail.com

Tanggal Penutupan “Lowongan Kerja Februari 2011 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Tangerang” : 28 Februari 2011.
Lowongan Kerja Februari 2011 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Tangerang

lowongan pekerjaan 2011

owongan Kerja Februari 2011 di Jakarta dan Surabaya di PT. Artindo, perusahaan IT Corporate dengan skala Nasional membutuhkan tenaga Programmer Delphi untuk di tempatkan di group perusahaan kami yang ber lokasi di kota Jakarta.

Alamat :
Jl. Raya Margorejo Indah no. A-114
Surabaya 60400

Telepon : 031-7321149

Lowongan Kerja Februari 2011 untuk :

5 org Programmer Delphi ditempatkan di Jakarta ( PRG)
1 org Programmer Delphi ditempatkan di Surabaya ( PRG)
2 org Implementator ditempatkan di Jakarta (IMP)

Lokasi Lowongan Kerja di : Jakarta/Surabaya

Persyaratan :

* Pria / Wanita
* Pendidikan S1 Sistem Informasi
* Dapat bekerja secara team maupun individual
* Terbuka untuk Fresh Graduates
* Umur maksimal 27 tahun
* Mengerti Bahasa Pemrograman Delphi,Crystall Report
* (PRG) Dapat Berkomunikasi dengan baik (IMP)
* Mengerti dasar Oracle,MySql

Alamat Surat, dsb : Email to : hrd@artindo-group.com

(Attach hanya surat lamaran, CV, photo. Dokumen lainnya harap dibawa ketika interview )

lowongan kerja 2011

ank Bukopin yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset. Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas,Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer.

….. DIBUTUHKAN SEGERA …..

1. Account Officer UKMK (AO-UKMK)
2. Relationship Officer (RO-KONSUMER)
3. Special Hire Recruitment for Relationship Officer (SHR-RO)

1. Account Officer UKMK (AO-UKMK)
(Jawa Timur – Surabaya)

Requirements:

* Pria/wanita
* Pendidikan S1 semua jurusan
* Maksimal umur 27 tahun, bagi yg berpengalaman boleh sampai 30 tahun
* Memiliki kemampuan analisa dan komunikasi yang baik serta berorientasi pada target
* Diutamakan memiliki pengalaman di bidang perbankan
* Mampu berbahasa Inggris aktif maupun pasif
* Penempatan untuk Cabang Surabaya

2. Relationship Officer (RO-KONSUMER)
(Jawa Timur – Surabaya)

Requirements:

* Pria/wanita
* Pendidikan S1 semua jurusan
* Maksimal umur 27 tahun, bagi yg berpengalaman boleh sampai 30 tahun
* Memiliki kemampuan analisa dan komunikasi yang baik serta berorientasi pada target
* Diutamakan memiliki pengalaman di bidang perbankan
* Mampu berbahasa Inggris aktif maupun pasif
* Penempatan untuk Cabang Surabaya

3. Special Hire Recruitment for Relationship Officer (SHR-RO)
(Jawa Timur – Surabaya)

Requirements:

* Pria/wanita
* Pendidikan S1 semua jurusan
* Maksimal umur 40 tahun
* Memiliki kemampuan analisa dan komunikasi yang baik serta berorientasi pada target
* Diutamakan memiliki pengalaman di bidang perbankan
* Memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai marketing funding Perbankan
* Mampu berbahasa Inggris aktif maupun pasif
* Penempatan untuk Cabang Surabaya

Kirimkan lamaran dengan menuliskan kode lamaran dan kode wilayah penempatan di sudut kanan atas amplop ke :

Bagian Pengembangan SDM
PT. Bank Bukopin, Tbk
d/a. Graha Bukopin Surabaya, Jl. Panglima Sudirman Kav. 10-16
Surabaya

Read more: http://jarno.web.id/lowongan-kerja/lowongan-kerja-bank-bukopin-cab-surabaya-februari-2011#ixzz1Dt9I7pf6
When developing online classrooms it is necessary to ensure that all learners will be successful in the course. This paper outlines the dilemmas faced by one university in its struggle to improve retention rates in their distance education courses.

The case study will also serve as a justification for instructor certification for online courses at Indiana University of Pennsylvania. While these courses span multiple facets of higher education such as technology, criminology, mathematics, business, and general studies, the core competencies to develop a structurally sound online learning environment remain unchanged.

The need to have faculty who are trained both in the pedagogy of an online learning environment and the tools to deliver content will improve student success. The intent of this paper is to identify the need for such a certification by looking at recent trends in both online and face to face education at both the graduate and undergraduate levels.

Data gathered for online courses compared to the same course that is offered in a face to face setting. Incorporating strategies of instruction in an online course to mirror those of a traditional course are essential to maintain consistency and satisfy all students. More

sejarah matematika

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά – mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, relasi, perubahan, dan beraneka topik pola, bentuk, dan entitas. Para matematikawan mencari pola dan dimensi-dimensi kuantitatif lainnya, berkenaan dengan bilangan, ruang, ilmu pengetahuan alam, komputer, abstraksi imajiner, atau entitas-entitas lainnya. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filsafat matematika. Para matematikawan merumuskan konjektur dan kebenaran baru melalui deduksi yang menyeluruh dari beberapa aksioma dan definisi yang dipilih dan saling bersesuaian.

Euclid, matematikawan Yunani, abad ke-3 SM, seperti yang dilukiskan oleh Raphael di dalam detail ini dari The School of Athens.

Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika hadir secara objektif di alam menurut kemurnian logikanya, atau apakah objek-objek itu buatan manusia dan terpisah dari kenyataan. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting”. Albert Einstein, di pihak lain, menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.”

Melalui penggunaan abstraksi dan penalaran logika, matematika dikembangkan dari pencacahan, penghitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematik terhadap bentuk dan gerak objek-objek fisika. Pengetahuan dan penggunaan matematika dasar selalu menjadi sifat melekat dan bagian utuh dari kehidupan individual dan kelompok. Pemurnian gagasan-gagasan dasar dapat diketahui di dalam naskah-naskah matematika yang bermula di dunia Mesir kuno, Mesopotamia, India, Cina, Yunani, dan Islam. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam buku Euclid, Unsur-Unsur. Pengembangan berlanjut di dalam ledakan yang tidak menenteramkan hingga periode Renaisans pada abad ke-16, ketika pembaharuan matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, mengarah pada percepatan penelitian yang menerus hingga Kini.

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan alam, rekayasa, medis, dan ilmu pengetahuan sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.

Secara umum, semakin kompleks suatu gejala, semakin kompleks pula alat (dalam hal ini jenis matematika) yang melalui berbagai perumusan (model matematikanya) diharapkan mampu untuk mendapatkan atau sekadar mendekati penyelesaian eksak seakurat-akuratnya. Jadi, tingkat kesulitan suatu jenis atau cabang matematika bukan disebabkan oleh jenis atau cabang matematika itu sendiri, melainkan disebabkan oleh sulit dan kompleksnya gejala yang penyelesaiannya diusahakan dicari atau didekati oleh perumusan (model matematikanya) dengan menggunakan jenis atau cabang matematika tersebut. Sebaliknya berbagai gejala fisika yang mudah diamati, misalnya jumlah penduduk di seluruh Indonesia, tidak memerlukan jenis atau cabang matematika yang canggih. Kemampuan aritmetika sudah cukup untuk mencari penyelesaian (jumlah penduduk) dengan keakuratan yang cukup tinggi.

Kata “matematika” berasal dari Yunani μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi “pengkajian matematika”, bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικὴ τέχνη (mathēmatikḗ tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.

Bentuk jamak sering dipakai di dalam bahasa Inggris, seperti juga di dalam bahasa Perancis les mathématiques (dan jarang digunakan sebagai turunan bentuk tunggal la mathématique), merujuk pada bentuk jamak bahasa Latin yang cenderung netral mathematica (Cicero), berdasarkan bentuk jamak bahasa Yunani τα μαθηματικά (ta mathēmatiká), yang dipakai Aristotle, yang terjemahan kasarnya berarti “segala hal yang matematis”. Tetapi, di dalam bahasa Inggris, kata benda mathematics mengambil bentuk tunggal bila dipakai sebagai kata kerja. Di dalam ragam percakapan, matematika kerap kali disingkat sebagai math di Amerika Utara dan maths di tempat lain.

Cakupan pengkajian yang disebut sebagai sejarah matematika adalah terutama berupa penyelidikan terhadap asal muasal temuan baru di dalam matematika, di dalam ruang lingkup yang lebih sempit berupa penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika baku di masa silam.

Evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abstraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi pertama, yang dibagi oleh banyak binatang[10], adalah tentang bilangan: pernyataan bahwa dua apel dan dua jeruk (sebagai contoh) memiliki jumlah yang sama.

Selain mengetahui cara cacah objek-objek fisika, manusia prasejarah juga mengenali cara mencacah besaran abstrak, seperti waktu — hari, musim, tahun. Aritmetika dasar (pertambahan, perkurangan, perkalian, dan perbagian) mengikuti secara alami.

Langkah selanjutnya memerlukan penulisan atau sistem lain untuk mencatatkan bilangan, semisal tali atau dawai bersimpul yang disebut quipu dipakai oleh bangsa Inca untuk menyimpan data numerik. Sebelum zaman modern dan pengetahuan mendunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika yang baru telah mencapai kemilaunya hanya di beberapa tempat. Sistem bilangan ada banyak dan bermacam-macam, bilangan tertulis yang pertama diketahui ada di dalam naskah warisan Mesir Kuno di Kerajaan Tengah Mesir yaitu Lembaran Matematika Rhind (1650 SM). Peradaban lembah Indus mengembangkan sistem desimal modern, termasuk konsep nol. Tulisan matematika terkuno lainnya yang pernah ditemukan adalah Plimpton 322 (Matematika Babilonia yang berangka tahun 1900 SM), Lembaran Matematika Moskow (Matematika Mesir yang berangka tahun 1850 SM), dan Shulba Sutra (Matematika India yang berangka tahun 800 SM). Semua tulisan yang bersangkutan memusatkan perhatian kepada apa yang biasa dikenal sebagai Teorema Pythagoras, yang kelihatannya sebagai hasil pembangunan matematika yang paling kuno dan tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.

Sistem bilangan Maya

Dari permulaan sejarah tercatat, disiplin-disiplin utama di dalam matematika muncul karena kebutuhan perhitungan yang berkaitan dengan pajak dan dagang, untuk memahami keterkatitan antarbilangan, untuk pengukuran tanah, dan untuk meramal peristiwa astronomi. Kebutuhan ini secara garis besar dapat dikaitkan dengan cabang-cabang besar matematika yang mengkaji besaran, struktur, ruang, dan perubahan.

Matematika sejak saat itu segera berkembang luas, dan terdapat interaksi bermanfaat antara matematika dan sains, menguntungkan kedua belah pihak. Penemuan-penemuan matematika dibuat sepanjang sejarah dan berlanjut hingga kini. Menurut Mikhail B. Sevryuk, pada Januari 2006 terbitan Buletin Masyarakat Matematika Amerika, “Banyaknya makalah dan buku yang dilibatkan di dalam basis dataMathematical Reviews sejak 1940 (tahun pertama beroperasinya MR) kini melebihi 1,9 juta, dan melebihi 75 ribu artikel ditambahkan ke dalam basis data itu tiap tahun. Sebagian besar karya di samudera ini berisi teorema matematika baru beserta bukti-buktinya.

SUMBER : WikipediA
atematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola,[2][3] merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.[4]

Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting".[5] Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."[6]

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.[7]

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.[8]
Kata “matematika” berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan, atau belajar” juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai “suka belajar”.

Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika: studi tentang struktur, ruang dan perubahan.

Pelajaran tentang struktur dimulai dengan bilangan, pertama dan yang sangat umum adalah bilangan natural dan bilangan bulat dan operasi arimetikanya, yang semuanya itu dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam dipelajari dalam teori bilangan. Investigasi metode-metode untuk memecahkan persamaan matematika dipelajari dalam aljabar abstrak, yang antara lain, mempelajari tentang ring dan field, struktur yang menggeneralisasi sifat-sifat yang umumnya dimiliki bilangan. Konsep vektor, digeneralisasi menjadi vektor ruang dipelajari dalam aljabar linier, yang termasuk dalam dua cabang: struktur dan ruang.

Ilmu tentang ruang berawal dari geometri, yaitu geometri Euclid dan trigonometri dari ruang tiga dimensi (yang juga dapat diterapkan ke dimensi lainnya), kemudian belakangan juga digeneralisasi ke geometri Non-euclid yang memainkan peran sentral dalam teori relativitas umum. Beberapa permasalahan rumit tentang konstruksi kompas dan penggaris akhirnya diselesaikan dalam teori Galois. Bidang ilmu modern tentang geometri diferensial dan geometri aljabar menggeneralisasikan geometri ke beberapa arah:: geometri diferensial menekankan pada konsep fungsi, buntelan, derivatif, smoothness dan arah, sementara dalam geometri aljabar, objek-objek geometris digambarkan dalam bentuk sekumpulan persamaan polinomial. Teori grup mempelajari konsep simetri secara abstrak dan menyediakan kaitan antara studi ruang dan struktur. Topologi menghubungkan studi ruang dengan studi perubahan dengan berfokus pada konsep kontinuitas.

Mengerti dan mendeskripsikan perubahan pada kuantitas yang dapat dihitung adalah suatu yang biasa dalam ilmu pengetahuan alam, dan kalkulus dibangun sebagai alat untuk tujauan tersebut. Konsep utama yang digunakan untuk menjelaskan perubahan variabel adalah fungsi. Banyak permasalahan yang berujung secara alamiah kepada hubungan antara kuantitas dan laju perubahannya, dan metoda untuk memecahkan masalah ini adalah topik dari persamaan differensial. Untuk merepresentasikan kuantitas yang kontinu digunakanlah bilangan riil, dan studi mendetail dari sifat-sifatnya dan sifat fungsi nilai riil dikenal sebagai analisis riil. Untuk beberapa alasan, amat tepat untuk menyamaratakan bilangan kompleks yang dipelajari dalam analisis kompleks. Analisis fungsional memfokuskan perhatian pada (secara khas dimensi tak terbatas) ruang fungsi, meletakkan dasar untuk mekanika kuantum di antara banyak hal lainnya. Banyak fenomena di alam bisa dideskripsikan dengan sistem dinamis dan teori chaos menghadapi fakta yang banyak dari sistem-sistem itu belum memperlihatkan jalan ketentuan yang tak dapat diperkirakan.

Agar menjelaskan dan menyelidiki dasar matematika, bidang teori pasti, logika matematika dan teori model dikembangkan.

Saat pertama kali komputer disusun, beberapa konsep teori yang penting dibentuk oleh matematikawan, menimbulkan bidang teori komputabilitas, teori kompleksitas komputasional, teori informasi dan teori informasi algoritma. Kini banyak pertanyaan-pertanyaan itu diselidiki dalam ilmu komputer teoritis. Matematika diskret ialah nama umum untuk bidang-bidang penggunaan matematika dalam ilmu komputer.

Bidang-bidang penting dalam matematika terapan ialah statistik, yang menggunakan teori probabilitas sebagai alat dan memberikan deskripsi itu, analisis dan perkiraan fenomena dan digunakan dalam seluruh ilmu. Analisis bilangan menyelidiki teori yang secara tepat guna memecahkan bermacam masalah matematika secara bilangan pada komputer dan mengambil kekeliruan menyeluruh ke dalam laporan.setau saya 1 ditambah 1 sama dengan 10
F. Berkaitan dengan pertidaksamaan matematik.
Dalam Quran, dijumpai hint tentang pertidaksamaan ketika ada ayat yang menyatakan “Adakah sama antara A dan B (hal yastawi_ A wa B?), sebagaimana ditemukan dalam beberapa ayat. Tentunya, kita akan berfikiran bahwa tentu saja kemungkinan (probabilitas) ketidaksamaan jumlah antara A dan Badalah sangat besar, akan tetapi anehnya, jika kita temukan ayat yang menyatakan ketidaksamaan antara A dan B, diketahui bahwa perbedaan jumlah antara A dan Badalah TEPAT SATU.

Contoh:

[Quran 4:95]
Tidaklah sama antara “mu’min yang duduk [yang tidak ikut berperang] yang tidak mempunyai “uzur”" (al-qa_idu_n) dengan “orang-orang yang berjihad di jalan Allah” (al-muja_hidu_n) …

Jumlah kemunculan (al-qa_idu_n) / (al-qa_idi_n) = 4
Jumlah kemunculan (al-muja_hidu_n) / (al-muja_hidi_n) = 3

[Quran 6:50]
.. Apakah sama “orang yang buta” (al-a’ma_) dengan “orang yang melihat” (al-bashi_r)? Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?

Jumlah kemunculan (al-a’ma_) = 8
Jumlah kemunculan (al-bashi_r) = 9

[Quran 13:16]
.. Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah “gelap gulita” (adz-dzuluma_t) dan “terang benderang” (an-nu_r) …

Jumlah kemunculan (adz-dzuluma_t) = 14
Jumlah kemunculan (an-nu_r) = 13

Ada sedikit kejanggalan terhadap fenomena ini di Quran 5:100, yang dijelaskan sebagai berikut :

[Quran 5:100]
.. :Tidak sama “yang buruk” (al-khabi_ts) dengan”yang baik” (at-thayyib), meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, …

Catat akhir ayat di atas, bahwa:
“banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, … ”

Ternyata, jumlah kata (al-khabi_ts) dengan (at-thayyib) adalah SAMA, yaitu 7 kali kemunculan. Penjelasan dari kejanggalan ayat ini ditemukan di Quran 8:37 yang menyatakan :

[Quran 8:37]
Supaya Allah memisahkan yang buruk daripada yang baik, dan “supaya Dia meletakkan yang buruk, sebahagiannya di atas sebahagian yang lain”, …
Di ayat ini, dikatakan bahwa Dia meletakkan “yang buruk” (al-khabi_ts) sebahagian di atas sebahagian yang lainnya, sehingga jumlahnya seakan-akan bertambah (seakan-akan sama, yakni sama-sama muncul 7 kali).

Demikianlah sebagian dari hasil penelitian yang kita rangkum dan kelompokkan ke dalam bentuk seperti terlihat di atas.

2. Adanya pemberitaan ghaib di dalamnya

Fir’aun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa., diceritakan dalam surah Yunus. Pada ayat 92 surah itu, ditegaskan bahwa “Badan Fir’aun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut.” Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut, karena hal itu telah terjadi sekitar 1200 tahun S.M.

Nanti, pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah Raja-raja Luxor Mesir, satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir’aun yang bernama Maniptah dan yang pernah mengejar Nabi Musa a.s. Selain itu, pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Fir’aun tersebut.

Apa yang ditemukannya..? adalah satu jasad Fir’aun utuh, seperti yang diberitakan oleh Al-Quran melalui Nabi yang ummiy (tak pandai membaca dan menulis itu). Mungkinkah ini?

Setiap orang yang pernah berkunjung ke Museum Kairo, akan dapat melihat Fir’aun tersebut. Terlalu banyak ragam serta peristiwa gaib yang telah diungkapkan Al-Quran dan yang tidak mungkin dikemukakan dalam kesempatan yang terbatas ini.

3. Isyarat-isyarat ilmiah yang terkandung di dalamnya

Banyak sekah isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Quran. Misalnya diisyaratkannya bahwa “Cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari)” (perhatikan QS 10:5); atau bahwa jenis kelamin anak adalah hasil sperma pria, sedang wanita sekadar mengandung karena mereka hanya bagaikan “ladang” (QS 2:223); dan masih banyak lagi lainnya yang kesemuanya belum diketahui manusia kecuali pada abad-abad bahkan tahun-tahun terakhir ini.

Dari manakah Muhammad mengetahuinya kalau bukan dari Dia, Allah Yang Maha Mengetahui.?

Kesemua aspek tersebut tidak dimaksudkan kecuali menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Al-Quran adalah benar, sehingga dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mengamalkan petunjuk-petunjukNya.**
B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
* Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
* Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
* Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
* Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
* Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
* Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
* Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
* Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
* Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
* Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
* Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
* Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
* Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
* Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
* Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.

E. Keseimbangan-keseimbangan khusus.

(1) Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya 30, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti “bulan” (syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

(2) Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”. Penjelasan ini diulanginya sebanyak 7 kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra’ 44, Al-Mu’minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam 7 ayat.

(3) Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawaberita tersebut, yakni 518 kali.
HIKMAH AL-QUR’AN | KESEIMBANGAN DI DAALAM AL-QUR’AN

Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang Keajaiban di dalam Al quran, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut :

1. Keseimbangan kata atau kalimat di dalamnya

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya.
* Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
* Al-naf’ (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
* Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
* Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali;
* Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
* Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
* Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
* Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
* Al-shayf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin), masing-masing 1 kali.
Komisariat Tarbiyah KOMBES Sunan AmpelAlamat : Jl. Jemur Wonosari Gg. Mudin No. 7
Ketua Komisariat : H. Mahrus Afief
Telepon : 085649131903


PMII adalah salah satu organisasi pergerakan berbasis pengkaderan yang bertujuan mewujudkan kader yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen untuk memperjuangkan nilai-nilai pergerakan di masyarakat, bangsa dan negara. Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah suatu anggan-angan belaka tetapi harus diwujudkan secara nyata, karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak baik berupa dukungan material maupun inmaterial. Dalam hal material tentunya dibutuhkan suatu fasilitas sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang kelancaran aktifitas organisasi, yang salah satunya basecamp atau kontrakan, memang selama ini Komisariat telah mempunyai suatu tempat guna menunjang hal tersebut, tetapi dengan berakhirnya masa kontrakan maka kami pihak pengurus tentunya harus mencari alternarif tempat guna menggantikan tempat semula yang telah digunakan.Maka dari itu kami segenap pengurus dan sahabat-sahabati komisariat akan menyewa tempat baru sebagai basecamp atau kontrakan PMII Tarbiyah KOMBES Sunan Ampel Cabang Surabaya.
Sejarah PMII

Oleh : Wildy Sulthon Baidlowi


Ada tiga kejadian besar yang sangat menentukan keberadaan PMII. Pertama, deklarasi berdirinya PMII, Kedua, deklarasi independensi, dan Ketiga deklarasi interdependensi.

Berdirinya PMII
Ide besar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (selanjutnya disingkat PMII saja) tidak dapat dipisahkan dari eksistensi IPNU-IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). Secara kesejarahan, PMII merupakan matarantai dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang dibentuk pada Muktamar III IPNU di Cirebon pada tanggal 27-31 Desember 1958, meskipun sebenarnya upaya untuk mendirikan wadah yang menghimpun mahasiswa nahdliyin sudah dimulai sebelum itu. Buktinya:

1.
Berdirinya IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) pada tahun 1955 di Jakarta, namun kehadirannya kurang bisa diterima karena IPNU baru saja berdiri dan sebagian besar pengurusnya adalah mahasiswa, sehingga dikhawatirkan melumpuhkan IPNU
2.
Pada muktamar II IPNU pada tanggal 1-5 Januari 1956 di Pekalongan muncul keinginan untuk membentuk wadah khusus yang menghimpun mahasiswa Nahdliyin.
3.
PMNU (Persatuan Mahasiswa NU) berdiri di Bandung dan di Surakarta pada tahun 1955 dengan nama KMNU (Keluarga Mahasiswa NU)

Upaya yang dilakukan IPNU dengan membentuk Departemen Perguruan Tinggi tidak banyak memberi arti bagi perkembangan mahasiswa nahdliyin pada waktu itu. Hal itu disebabkan karena:

* kondisi obyektif menunjukkan bahwa mahasiswa sangat berbeda dengan siswa dalam hal keinginan, dinamika, dan perilaku.
* kenyataan bahwa gerak Departeman Perguruan Tinggi IPNU sangat terbatas. Untuk dapat duduk dalam anggota PPMI (Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia) dan MMI (Majlis Mahasiswa Indonesia), departemen tersebut tidaklah mungkin bisa

Selain itu, kondisi perpolitikan saat itu juga mendukung keputusan untuk mendirikan wadah khusus mahasiswa. Kondisi politik saat itu yang dianggap mendorong terbentuknya wadah terebut adalah:

1.
wadah Departemen Perguruan Tinggi IPNU dianggap tidak lagi memadai untuk sebuah gerakan mahasiswa
2.
satu-satunya wadah kemahasiswaan Islam yang ada pada saat itu (HMI) tokoh-tokohnya dinilai terlalu dekat dengan Partai Masyumi, sedangkan tokoh Partai Masyumi telah melibatkan diri dalam PRRI
3.
di internal NU, sebagai sebuah partai besar, seringkali harus memberikan jabatan dan kedudukan eksekutif kepada orang-orang di luar NU, karena anggapan lemahnya SDM. Dibutuhkan maneuver untuk meyakinkan semua pihak yang berkepentingan, bahwa di lingkungan NU sudah banyak generasi muda yang berpendidikan perguruan tinggi.

Semangat untuk mendirikan organisasi bagi mahasiswa nahdliyin semakin menguat pada Konferensi Besar IPNU pada tanggal 14-17 Maret 1960 di Kaliurang Yogyakarta. Pada Konferensi ini lahir keputusan “perlunya didirikan suatu organisasi mahasiswa secara khusus bagi mahasiswa nahdliyin”. Untuk mempersiapkan suatu musyawarah pembentukan organisasi mahasiswa tersebut dibentuk panitia yang terdiri dari 13 orang dengan batas waktu bekerja satu bulan dengan rencana tempat pelaksanaan musyawarah di Surabaya. Ke-13 orang tersebut adalah;

1. Cholid Mawardi (Jakarta)
2. Said Budairy (Jakarta)
3. M Sobich Ubaid (Jakarta)
4. M Makmun Syukri BA (Bandung)
5. Hilman (Bandung)
6. H Ismail Makky (Yogyakarta)
7. Munsif Nahrawi (Yogyakarta)
8. Nuril Huda Suaidy (Surakarta)
9. Laily Mansur (Surakarta)
10. Abd Wahab Jailani (Semarang)
11. Hisbullah Huda (Surabaya)
12. M Cholid Narbuko (Malang)
13. Ahmad Husain (Makasar)

Sebelum melakukan musyawarah mahasiswa nahdliyin tiga dari 13 orang tersebut (yaitu Hisbullah Huda, Said Budairy, dan M Makmun Syukri BA) pada tanggal 19 Maret 1960 berangkat ke Jakarta untuk menghadap Ketua Tanfidziah PBNU KH Dr Idham Khalid untuk meminta nasehat sebagai pedoman pokok permusyawaratan yang akan dilakukan. Pada pertemuan dengan PBNU pada tanggal 24 Maret 1960 ketua PBNU menekankan hendajnya organisasi yang akan dibertuk itu benar-benar dapar diandalkan sebagai kader partai NU dan menjadi mahasiswa yang berprinsip ilmu untuk diamalakan bagi kepentingan rakyat, bukan ilmu untuk ilmu.

Selanjutnya diadakan musyawarah mahasiswa nahdliyin di gedung Madrasah Mualimin Wonokromo Surabaya (YPP Khadijah sekarang/sekretariat PC PMII Surabaya sekarang) pada tanggal 14 – 16 April 1960 yang menghasilkan keputusan :

1.
Berdirinya organisasi nahdliyin, dan organisasi tersebut diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
2.
Penyusunan peraturan dasar PMII yang dalam mukodimahnya jelas dinyatakan bahwa PMII merupakan kelanjutan dari departemen perguruan tinggi IPNU – IPPNU.
3.
Persidangkan dalam musyawarah mahasiswa nadhiyin itu dimulai tanggal 14 – 16 April 1960, sedangkan peraturan dasar PMII dinyatakan berlaku mulai 21 Syawal 1379 H atau bertepatan pada tanggal 17 April 1960, sehingga PMII dinyatakan berdiri pada tanggal 17 April 1960.
4.
Memutuskan membentuk tiga orang formatur yaitu H. Mahbub Junaidi sebagai ketua umum, A.Cholid Mawardi sebagai ketua I, dan M.Said Budairy sebagai sekretaris umum PB PMII.
Susuan pengurus pusat PMII periode pertama ini baru tersusun secara lengkap pada bulan Mei 1960
Mengapa organisasi yang baru dibentuk itu menggunakan nama PMII?, dikalangan peserta musayawarah mahasiswa tersebut terlontar beberapa pemikiran, diantaranya :
1. Memiliki pola pemikiran seperti pola pemikiran kalangan mahasiswa pada umumnya yang diliputi oleh pemikiran bebas.
2. Berfikir taktis demi masa depan organisasi yang akan dibentuk, karenanya untuk merekrut anggota harus memakai pendekatan aswaja.
3. Inisial NU tidak perlu dicantumkan dalam nama organisasi yang akan didirikan itu.
4. manifestasi nasionalisme sebagai semangat kebangsan, karena itu Indonesia haruslah dicantumkan.

Mengenai nama PMII itu sendiiri adalah usulan dari delegasi Bandung dan Surabaya yang mendapartkan dukungan dari delegasi Surakarta. Sementara delegasi dari Yogyakarta mengusulkan nama Perhimpunan Persatuan Mahasiswa Ahlussunnah Wal Jama’ah. Dan nama Perhimpunan Mahasiswa Sunni, sedangkan utusan dari Jakarta mengusulkan nama IMANU.

Pergerakan yang dimaksudkan dalam PMII adalah dinamika dari hamba yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya meberikan rahmat bagi alam sekitarnya. Dalam koteks individual, maupun organisasi, kiprah kader PMII harus senantiasa mencerminkan pergerakannya menuju kodisi yang lebih baik bagi perwujudan tanggung jawab menberikan rahmat bagi lingkungannya. Pergerakan dalam hubungan dengan organisasi mahasiswa menunutt upaya sadar unntuk membina dan mengembangkan potensi Ketuhanan dan potensi kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kulaitas tinggi.

Pengertian mahasiswa yang dimaksud dalam PMII adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan akademis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut muncul tanggung jawab keagamaan, tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial kemasyarakatan dan tanggung individual baik sebagai hamba Tuhan maupu sebagai warga negara.

Pengertian Islam yang dimaksud PMII adalah islam sebagai agama yang dipahami dengan paradigma ahlussunah wal jamaah dimana pendekatan terhadap ajaran agama islam dilakukan secara proporsional antara iman, islam dan ihsan yang dalam pola pikir dan perilaku tercerminkan dalam sifat-sifat selektif, komodatif, dan integratif.

Pengertin Indonesia yang dimaksud PMII adalah masyarakat bangsa dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah ideologi bangsa serta UUD 1945 dengan kesadaran kesatuan dan keutuhsn bangsa dan negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang diikat dengan kesadaran wawasan nusantara.

Seperti organisasi yang dependen terhadap NU, maka PP PMII dengan surat tanggal 8 Juni 960 mengirim surat permohonan kepada PBNU untuk mengesahkan kepengurusan PP PMII. Pada tanggal 14 Juni 1960 PBNU menyatakan bahwa organisasi PMII dapat diterima dengan sah sebagai keluarga besar partai NU dan diberi mandat untuk membentuk cabang-cabang diseluruh Indoneia.

Musayawarah mahasiswa nahdliyin di Surabaya hanya menghasilkan peraturan dasar organisasi PMII, maka untuk melengkapinya dibentuk suatu panitia keil yang diketuai oleh M. Said Budairy dan Fahrurrozi AH untuk membuat anggaran rumah tangga PMII. Dalam sidang pleno II PP PMII yang diselenggarakn pada tanggal 8 – 9September 1960 peraturan rumah tangga PMII dinyatakan sah berlaku. Pada sidang itu pula disahkan labang PMII dan pokok pokok aturan mengenai anggota baru.

Lambang tersebut berupa perisai berwarna dasar biru muda di bagian bawah dan kuning muda di bagian atas dengan garis tepi berwarna biru tua dan tulisan balok PMII berwarna biru tua di bagian bawah perisai. Di bagian atas perisai terdapat lima buah bintang dengan ukuran sama kecuali bintang di tengah yang memiliki ukuran lebih besar. Di bagian bawah perisai terdapat empat buah bintang dengan ukuran sama dengan empat bintang lain di perisai bagian atas. Letak kesembilan bintang tersebut simetris dan seluruhnya berwarna putih. Lima bintang di bagian atas perisai menggambarkan rukun iman dan sekaligus menunjukkan Rasulullah bersama keempat Khulafa’u `l-rasyidin. Empat bintang di perisai bagian bawah menunjukkan empat madzhab fiqh dalam tradisi ahlu `l-sunnah wa `l-jama’ah. Kaseluruhan bintang berjumlah sembilan menunjukkan dewan ulama waliyullah pembawa Islam di Nusantara. Bentuk perisai menunjukkan Islam sebagai ajaran Islam sebagai benteng bagi kader pergerakan. Warna putih mewakili kebenaran ajaran Islam, warna kuning mewakili semangat kepemudaan yang dimiliki kader, warna biru muda menunjukkan cita-cita untuk dapat memiliki wawasan seluas cakrawala dan biru tua mewakili cita-cita untuk memeiliki ilmu sedalam samudera.

Di bendera lambang ini dicetak pada kain kning muda dengan huruf-huruf P-M-I-I tertulis vertikal di tepi kiri bendera. Huruf-huruf tersebut berwarna biru tua dan dibatasi sebuah garis vertical dengan warna yang sama.
Awal mula berdirinya PMII memang lebih dimaksudkan sebagai alat untuk memperkuat partai NU. Hal ini terlihat jelas dalam aktivitas PMII antara 1960- 1972 (sebelum PMII menyatakan independent) sebagaian besar program-programnya beorintasi poliitis. Ada beberapa hal yang melatar belakangi. Diantaranya: Pertama, adanya anggapan bahwa PMII dilahirkjan sebagi kader muda partai NU. Kedua, suasana kehidupan berbangsa dan bernegara sangat kodusif untuk gerakan-gerakan politik. Keadaan waktu itu memang sangat kondusif bagi organisasi mahasiswa untuk bersikap politis bahkan partai Minded. Meningkatnya jumlah organisasi mahasiswa disertai oleh meningkatnya peran mereka secata kualitas dan dibukanya kesempatan mobilitas sosial dibidang poitik. Wakku itu seluruh organisasi mahasiwa berafiliasi dengan partai politik. Kalau PMII juga aktif di bidang politik, hal itu didasari pada penolakan terhadap prinsip ilmu untuk ilmu. Hal ini ditegaskan dalam Dokumen gelora Megamendung, yaiitu pokok-pokok pikiran training course II PP PMII pada tanggal 17 -27 April 1965 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang menolak tegas prinsip ilmu untuk ilmu. Dalam pidato Abdul Rokhim Hasan didepan forum konggres PMII ke-4 di Makasar pada tahun 1970 “Mengapa PMII mesti Berpoliik? Bukankan itu akan menganggu tugas utamanya, belajar dan belajar? Bukankan persoalan politik itu setelah lulus dan terjun ditengah masyarakat? Ruang kuliah adalah preparasi untuk politik itu. Gerakan–gerakan kita adalah gerakan belajar dan gerakan politik sekaligus. Mengapa PMII berpolitik baik secara praktis maupun konseptual, belajar dan berpolitik bukanlah suatu hal yang tabu, tetapi justru prinsip polotik iiu adalah kebersamaan dengan keberadaaan PMII itu sendiri”. Sedangkan Mahbub Junaidi mengatakan “mereka bilang mahasiswa yang baik adalah mahasiswa non partai, bahkan non politis, yang berdiri di atas semua golongan, tidak ke sana, tidak ke sini, seoerti seorang mandor yang tidak berpihak, sebaiknya kita beranggapan, justru mahasiswa itulah yang harus berpartisipasi secara konkret dengan kegiatan-kegiatan partai politik”

Independesi
Salah satu momentum sejarah perjalanan PMII yang membawa perubahan besar pada perjalanan PMII adalah dicetuskannya “Independensi PMII” pada tanggal 14 Juni 1972 di Murnajati Lawang Malang, Jawa Timur, yang kemudian kita kenal dengan Deklarasi Murnajati. Lahirnya deklarasi ini berkenaan dengan situasi politik Nasional, ketika peran partai politik dikebiri dan mulai dihapuskan, termasuk terhadap partai NU. Ditambah lagi dengan digiringnya peran mahasiswa dengan komando back to campus. Keterlibatan PMII dalam dunia politik praktis yang terlalu jauh pada pemilu 1971 sangat merugikan PMII. Kondisi ini akhirnya disikapi dengan deklarasi berpisahnya PMII secara structural dari partai NU. Deklarasi terebut adalah:

DEKLARASI MURNAJATI
Bismillahirrahmanirrahiem

“Kamu sekalian adalah sebaik-baik umat yang dititahkan kepada manusia untuk memerintahkan kebaikan dan mencegah pertbuatan yang mungkar” (Al-Quir’an)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) insyaf dan yakin serta tanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa yang sejahtera selaku penerus perjuangan dalam mengisis kemerdekaan Indonesia dengan pembangunan material dan spiritual. Bertekat untuk memepersiapkan dan mengembangkan diri dengan sebaik-baiknya:

*
bahwa pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan-insan Indonesia yang memiliki pribadi luhur, taqwa kepada Allah, berilmu dan cakap serta bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya
*
bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMIII) selaku generasi muda Indonesia sadar akan peranannya untuk ikut serta bertanggungjawab bagi berhasilnya pembangunan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat
*
bahwa perjuangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan idealisme sesuai dengan deklarasi Tawangmangu menuntut berkembangnya sifat-sifat kreatif, keterbukaan dalam sikap dan pembinaan rasa tanggung jawab
*
berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta dengan memohon rahmat Allah SWT, dengan ini menyatakan diri sebagai organisasi independent yang tidak terikat dalam sikap dan tindakan kepada siapa pun dan hanya komited dengan perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan pancasila



Mussyawarah Besar II
Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia
Di Murnajati Lawang Malang
Jawa Timur 14 Juli 1972

Tim Perumus:

1. Umar Basalim (Yogyakarta)
2. Madjidi Syah (Bandung)
3. Slamet Efendi Yusuf (Yogyakarta)
4. Man Muhammad Iskandar (Bandung)
5. Choirunnisa Yafizham (Medan)
6. Tatik Farikhah (Surabaya)
7. Rahaman Idrus (Suloawesi)
8. Muis Kabri (Malang)

Keputusan Musyawarah besar II tentang independensi itu kemudian diperkuat dengan manifesto independensi yang dihasilkan Kongres V PMII di Ciloto Bandung Jawa Barat pada tanggal 28 Desmber 1973. Selanjutnya kembali diperkokoh dengan Penegasan Cibogo yang dihasilkan pada rapat pleno PB PMII di Cibogo, 8 Oktober 1989. Deklarasi ini lahir sebagai penyikapan atas banyaknya keinginan menjelang Muktamar NU ke-28 yang mengharapkan PMII mempertimbangkan kembali independensinya

Interdependensi PMII NU
Sejarah mencatat, PMII dilahirkan dari pergumulan panjang mahasiswa nahdliyin, dan kemudian menyatakan independensinya pada tahun 1972. Di sisi lain ada kenyataan bahwa kerangka berpikir, perwatakan dan sikap sosial antara PMII dan NU mempunyai persamaan. PMII insaf dan sadar bahwa dalam melaksanakan perjuangan diperlukan saling tolong. Karena PMII dengan NU mempunyai persamaan–persammaan dalam persepsi keagamaan dan perjuanagn, visi sosial dan kemasyarakan, serta ikatan historis, maka untuk menghilangkan kergu-raguan serta saling curiga dan sebaliknya untuk menjalin kerja sama program secara kualitatif dan fungsional, baik melaui program nyata maupun persiapan sumber daya mannusia, PMII siap meningkatkan kualitas hubungan dengan NU atas prinsip kedaulatan organisai penuh, interdependensi, dan tidak ada interfensi secara strutural dan kelembagaan.

Deklarasi ini dicetuskan dalam kongres X PMII pada tanggal 27 Oktober 1991 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta .

Untuk mempertegas deklarasi interdependensi PMII-NU melalui musyawarah nasional PB PMII tanggal 24 Desemser 1991 di Cimacan Jawa Barat, PB PMII mengeluarkan keputusan tentang implementasi interdependensi PMII – NU .penegasan hubungan itu didasarka pemikiran – pemikiran antara lain :

1.
dalam pandangan PMII, ulama adalah pewaris kenabian.Ulama merupakan panutan karena kedalamannya dalam pemahaman keagamaan. Oleh karena itu, interdependensi PMII–NU ditempatkan dalam konteks keteladanan ulama dalam kehidupan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara.
2.
adanya ikatan kesejarahan yang bertautan antara PMII–NU. Realitas sejarah menunjukkan bahwa PMII lahir dari NU dan dibesarkan oleh NU, demikian juga latar belakang mayoritas kader PMII berasal dari NU, sehingga secara lagsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perwatakan PMII. Adapun pernyataan independensi PMII hendaknya tidak dipahami sebagai upaya mengurangi, apalagi menghapus arti kesejarahan tersebut.
3.
adanya persamaan paham keagamaan antara PMII dan NU. Keduanya sama-sama mengembangkan wawasan keislaman dengan paradigma pemahaman Ahlussunah Wal Jama’ah. implikasi dari wawasan keagamaan itu tampak pula pada persamaan sikap sosial yang bercirikan tawasuth, tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’ruf nahi munkar. Demikian juga d idalam pola pikir, pola sikap, serta pola tindak PMII dan NU menganut pola selektif, akomodatif dan integrative sesuai prinsip dasar Al-muhafadhotu ‘ala qodimi `i-sholih wa `l-ahdzu bi `l-jadidi `l-aslah
4.
adanya persamaan kebangsaan. Bagi PMII dan NU keutuhan komitmen keislaman dan keindonesiaan merupakan perwujudan kesadaran beragama dan berbangsa bagi setiap insan muslim Indonesia, dan tas dasar tersebut maka menjadi keharusan untuk memepertahankan bangsa dan negara Indonesia.
5.
adanya persamaan kelompok sasaran. PMII dan NU memiliki mayoritas anggota dari kalangan masyarakat kelas menengah kebawah,. Persamaan lahan perjuangan ini, semestinya melahirkan format perjuangan yang relatif sama pula.
Sekurang - kurangnya terdapat lima prinsip pokok yang semestinya dipegang bersama untuk merealisasikan interdependensi PMII – NU :
1. Ukhuwah islamiyah
2. Amar ma’ruf nahi munkar
3. mabadi khoiri umah
4. `l-musawah
5. hidup bedampingan dan berdaulat secara benar.
Implementasi interdependensi PMII – NU diwujudkan daklanm berbagai benruk kerja sama:
1. pemikiran. Kerja sama dibidang ini untuk mengembangkan pemikiran keislaman
2. sumber daya manusia. Kerja sama dibidang ini ditekankan pada penmanfaatan secara maksimal manusia – manusia PMII maupun NU
3. pelatihan. Kerja sama dibidang pelatihan ini dirancang untuk pengembangan sumber daya manusia baik PMII maupun NU.
4. rintisan program. Kerja sama in berbentuk pengelolaan suatu program secsara bersama.
Selain menghasilkan deklarasi interdependensi, pada waktu itu juga ditetapkan:
MOTTO PMII:
Berilmu, beramal, dan bertaqwa
TRIKHIDMAH PMII:
Taqwa, intelektualitas, dan profesionalitas
TRI KOMITMEN PMII:
Kejujuran, kebenaran, dan keadilan
EKACITRA DIRI PMII:
Ulul albab

Citra diri Kader Ulul Albab
Kader PMII yang diidamkan dicitrakan sebagai kader ulul albab. Kader ulul albab adalah seorang kader pelopor. Siapakah kader pelopor tersebut? Seorang kader pelopor harus memiliki karakter seorang pathfinder. Karakter ini bermakna bahwa ia harus mampu secara kreatif menemukan jalan keluar dan solusi bagi keterbatasan komunitas dan kebuntuan-kebutuan sejarah. Karena seorang penemu, maka dia juga seorang pemandu, yang mensyaratkan sebuah keterlibatan intim dalam pergulatan sosial, seorang intelektual organik, bukan semata-mata menjadi intelektual yang fasih menduplikasikan pemikiran orang lain

Proyeksi material dari kader pelopor adalah kader yang memiliki kualifikasi seorang social organizer dan community organizer, ia harus menjalankan fungsi: pertama, analyzing (melakukan analisa sosial terhadap setiap fenomena sosial); kedua, orienting (memberikan orientasi, arahan-arahan, maupun perspektif bagi dirinya maupun komunitasnya); ketiga, organizing (mengorganisir dan menggalang kekuatan sosial dalam kerangka suatu organisasi yang rapi); keempat, bridging (menjembatani kekuatan-kekuatan pro-perubahan dalam satu front bersama). Seorang kader harus berkesadaran historis-primordial dan berjiwa optimis serta dialektis, kritis, dan transformatif.

Kader PMII yang diidamkan adalah kader yang memiliki kualitas ilmu, sikap, kecakapan serta tanggung jawab. Kualitas itu dapat digambarkan sebagai kualitas taqwa, intelektual, dan professional, yang dijiwai semangat dzikir, fakir, dan amal shalih. Dan itulah profil ulul albab.

Kader ulil albab merupakan profil Qur’ani, kader yang meyakini sepenuhnya kebenaran Al-Qur’an dengan menyelami kedalaman (tadabbur) makna ayat-ayatnya [QS Shad:29 ; Ibrahim:52; At-Thalaq:10-11]. Oleh sebab itu, kader ulul albab senantiasa mawas diri dalam suasana apapun, dan pada saat yang sama gandrung melakukan kontemplasi dan pengembaraan itelektual untuk menemukan sunatullah dalam alam semesta [Ali Imron: 190-191]. Equalitas dzikir dan fakir adalah citra diri ulil albab.

Kader ulil albab tidak menutup diri secara eksklusif, melainkan merupakan sosok kosmopolit dan akomodatif, bersedia mendengar siapa saja dan siap menerima yang terbaik secara sportif [Az-Zumar:18]. Kader ulil albab memiliki kesadaran sejarah yang tinggi, dan mampu menarik pelajaran berharga dari peristiwa-peristiwa sejarah untuk melakukan antisipasi dan proyeksi ke masa depan secara baik [Yusuf:111; Shad:43]. Hal itu diperkuat dengan kepekaan dalam melihat realitas disekitarnya [Az-Zumar:21]. Lebih dari itu kader ulil albab memiliki keinginan untuk menyingkap hakekat yang tersembunyi di balik realitas [Ali Imron:7; Al-Baqarah:179,269; Al-Maidah:100], sehingga ia benar-benar menjadi insan yang memiliki kesadaran sepenuhnya.

Pada ahirnya kualitas kader ulil albab akan dilihat dari kecakapan dan tanggungjawabnya. Seluruh kualitas moral dan intelektualnya kemudian bermuara pada amal shalih [Al-Baqarah:197; Az-Zumar:9; Ar-Rad:19-21]. Karena hidup dan mati ini sesungguhnya diciptakan sebagai instrumen untuk menguji siapa yang dapat menunjukkan amal yang terbaik [Al-Mulk:2]. Perubahan sosial menuju tata sosial yang dicita-citakan (mina `l-dzulumat ila `l-nur) adalah ukuran keberhasilan seorang kader.

Dari uraian tentang citra diri kader ulul albab yang cita-citakan PMII, dengan menjadi seorang kader yang ideal sama artinya dengan menjadi abd `l-Lah, sekaligus sebagai khalifatu `l-Lah yang ideal.