Lowongan kerja terbaru lulusan SMA S1 Pasuruan Jatim Juni 2011
Perusahaan yang bergerak dibidang Leather Bags (tas kulit) sedang membutuhkan SEGERA:
1. PUCHASING DEPT. HEAD
Persyaratan khusus:
- Laki-laki/perempuan
- Usia mInimal 35 tahun.
- Pendidikan min. S1
- Pengalaman minimum 3 tahun di bidang pembelian
- Menguasai komputer dengan baik
- Mempunyai kemampuan berkomunikasi dan negosiasi yang baik
- Bisa berbahasa Inggris
- Tekun, ulet, jujur dan tegas
- Mampu bekerja di bawah tekanan.
2. PURCHASING SUPERVISOR
Persyaratan khusus:
- Laki-laki/perempuan
- Usia maksimal 30 tahun
- Pendidikan min. S1
- Pengalaman minimum 1 tahun di bidang pembelian
- Menguasai komputer dengan baik
- Mempunyai kemampuan berkomunikasi dan negosiasi yang baik
- Mampu bekerja di bawah tekanan.
- Bisa berbahasa Inggris lebih diutamakan
3. HRD & GA STAFF
Persyaratan khusus:
- Laki-laki/perempuan
- Usia maksimal 25 tahun
- Pendidikan min. S1 Hukum/Psikologi
- Pengalaman minimal 1 tahun.
- Tekun, ulet, jujur, dan tegas
- Mengerti tentang UU Ketenagakerjaan
- Mampu bekerja di bawah tekanan.
4. PRODUCTION ADMINISTRATION
Persyaratan khusus:
- Perempuan
- Usia mInimal 20 tahun
- Pendidikan min. SMA/Sederajat
- Menguasai komputer dengan baik
- Tekun, ulet, dan jujur
- Berpenampilan menarik
Persyaratan umum:
• Lamaran Kerja dan Daftar Riwayat Hidup
• Fotokopi Ijasah terakhir dan transkrip nilai
• Pas foto terbaru (berwarna) 3 x 4 = 2 lembar
• Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
• Fotokopi SKKB (SKCK) yang masih berlaku
• Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
• Surat Keterangan Sehat dari Dokter
• Dokumen pendukung lainnya (pengalaman kerja)
Rabu, 20 Juli 2011
pmt iain sby
Visi :
Terwujudnya Jurusan Pendidikan Matematika (PMT) Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai pusat pengembangan pendidikan matematika yang unggul, kompetitif dan menjadi rujukan lembaga pendidikan.
Misi :
Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang pendidikan matematika secara profesional, akuntabel dan berdaya saing tinggi.
Mengembangkan penelitian pendidikan matematika yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Memberikan konstribusi terhadap pengembangan kualitas pendidikan matematika
Tujuan :
Menghasilkan sarjana pendidikan matematika yang profesional, unggul dan berdaya saing tinggi.
Menghasilkan produk pemikiran dan pengembangan pendidikan matematika yang kreatif dan inovatif.
Menghasilkan model layanan jasa pendidikan matematika yang berkualitas
Sasaran :
Sarjana pendidikan matematika yang profesional, unggul dan berdaya saing tinggi.
Produk pemikiran dan pengembangan pendidikan matematika yang kreatif dan inovatif.
Model layanan jasa pendidikan matematika yang berkualitas.
Dasar Hukum
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 15 Tahun 2006 tentang Guru dan Dosen
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Permen Diknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Statuta IAIN Sunan Ampel
Standart Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Kompetensi Lulusan dikelompokkan menjadi tiga: Kompetensi dasar; Kompetensi Utama; dan Kompetensi Tambahan (KMA No. 29 Tahun 2008, Pasal 108 Tentang Statuta IAIN Sunan Ampel tentang Kurikulum IAIN Sunan Ampel).
Kompetensi Dasar
Memiliki penguasan ilmu-ilmu keislaman serta mampu menerapkannya di masyarakat dalam menjalankan profesinya.
Memiliki ketrampilan berbahasa Indonesia dan bahasa Asing yang menunjang profesinya sebagai guru matematika.
Menjadi sarjana muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, dan rasa solidaritas sosial.
Memiliki sikap ilmiah dan bertanggungjawab terhadap pengembangan profesi dan keilmuannya.
Kompetensi Utama
Kompetensi Pedagogik
Mengidentifikasi karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
Memiliki teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Kompetensi Kepribadian
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
Kompetensi Sosial
Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial dan budaya.
Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Kompetensi Profesional
Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan matematika.
Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran matematika di sekolah/madrasah.
Mengembangkan materi pembelajaran matematika secara kreatif.
Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Kompetensi Tambahan
Kompetensi tambahan adalah kompetensi di luar kompetensi dasar dan kompetensi utama yang ditetapkan oleh Jurusan sebagai pilihan yang harus dipilih oleh mahasiswa dan mendukung profesinya kelak. Adapun kompetensi tambahan jurusan PMT fakultas Tarbiah IAIN Sunan Ampel adalah memiliki kemampuan menggunakan teknologi informasi untuk pengolahan data statistik, pengembangan media pembelajaran matematika dan pemrograman sederhana sebagai aplikasi logika matematika.
Terwujudnya Jurusan Pendidikan Matematika (PMT) Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai pusat pengembangan pendidikan matematika yang unggul, kompetitif dan menjadi rujukan lembaga pendidikan.
Misi :
Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang pendidikan matematika secara profesional, akuntabel dan berdaya saing tinggi.
Mengembangkan penelitian pendidikan matematika yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Memberikan konstribusi terhadap pengembangan kualitas pendidikan matematika
Tujuan :
Menghasilkan sarjana pendidikan matematika yang profesional, unggul dan berdaya saing tinggi.
Menghasilkan produk pemikiran dan pengembangan pendidikan matematika yang kreatif dan inovatif.
Menghasilkan model layanan jasa pendidikan matematika yang berkualitas
Sasaran :
Sarjana pendidikan matematika yang profesional, unggul dan berdaya saing tinggi.
Produk pemikiran dan pengembangan pendidikan matematika yang kreatif dan inovatif.
Model layanan jasa pendidikan matematika yang berkualitas.
Dasar Hukum
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 15 Tahun 2006 tentang Guru dan Dosen
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Permen Diknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Statuta IAIN Sunan Ampel
Standart Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Kompetensi Lulusan dikelompokkan menjadi tiga: Kompetensi dasar; Kompetensi Utama; dan Kompetensi Tambahan (KMA No. 29 Tahun 2008, Pasal 108 Tentang Statuta IAIN Sunan Ampel tentang Kurikulum IAIN Sunan Ampel).
Kompetensi Dasar
Memiliki penguasan ilmu-ilmu keislaman serta mampu menerapkannya di masyarakat dalam menjalankan profesinya.
Memiliki ketrampilan berbahasa Indonesia dan bahasa Asing yang menunjang profesinya sebagai guru matematika.
Menjadi sarjana muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, dan rasa solidaritas sosial.
Memiliki sikap ilmiah dan bertanggungjawab terhadap pengembangan profesi dan keilmuannya.
Kompetensi Utama
Kompetensi Pedagogik
Mengidentifikasi karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
Memiliki teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Kompetensi Kepribadian
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
Kompetensi Sosial
Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial dan budaya.
Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Kompetensi Profesional
Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan matematika.
Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran matematika di sekolah/madrasah.
Mengembangkan materi pembelajaran matematika secara kreatif.
Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Kompetensi Tambahan
Kompetensi tambahan adalah kompetensi di luar kompetensi dasar dan kompetensi utama yang ditetapkan oleh Jurusan sebagai pilihan yang harus dipilih oleh mahasiswa dan mendukung profesinya kelak. Adapun kompetensi tambahan jurusan PMT fakultas Tarbiah IAIN Sunan Ampel adalah memiliki kemampuan menggunakan teknologi informasi untuk pengolahan data statistik, pengembangan media pembelajaran matematika dan pemrograman sederhana sebagai aplikasi logika matematika.
Selasa, 28 Juni 2011
kapan ya bisa ikud acara pesta pedang pora?
Pesta (Pedang) Pora
January 9, 2007
By Haris Firdaus
Lelaki-lelaki, dengan tubuh tegap, seragam militer, dan muka serius, berdiri berjejer di atas bentangan karpet merah. Di pinggang kiri mereka, terselampir sebuah pedang. Lumayan panjang, tapi tak terlalu lebar. Dibungkus sarung logam berwarna perak, pedang itu tampak anggun. Beberapa saat lamanya, lelaki-lelaki itu berada dalam posisi yang sama: pandangan mata tegak ke depan, kaki tegap agak terbuka, dan telapak tangan bertemu di belakang tubuh. Agaknya mereka menunggu sesuatu, mungkin aba-aba. Tapi aba-aba bukanlah yang mereka tunggu hakekatnya. Sebab, aba-aba toh masih harus menunggu yang lain: momen, situasi, kedatangan seseorang, atau aba-aba yang lain.
Beberapa lelaki sejenis, tampak sibuk ke sana kemari. Agaknya menanti sesuatu, agaknya menyiapkan sesuatu. Ketika tiba seseorang yang berjas, didampingi seorang perempuan dengan gaun yang mewah, lelaki-lelaki berseragam militer itu berubah posisi. Menjadi berdiri tegap, kaki rapat, dan tangan diangkat sedemikian rupa sehingga sisi samping jari telunjuk mereka menyentuh dahi. Lalu orang yang berjas tadi, berjalan sambil memposisikan tangan sama dengan lelaki-lelaki itu.
Beberapa saat kemudian, seorang lelaki lain, berseragam militer tanpa baret, memakai kalungan bunga melati di lehernya, dan menggandeng seorang perempuan dengan gaun hijau yang menjuntai hingga ke lantai, masuk. Seketika aba-aba riuh diperdengarkan. Dan lelaki-lelaki berseragam militer itu seketika berubah posisi. Salah seorang dari mereka maju, menghadap si lelaki yang memakai kalung melati di lehernya. Lalu percakapan singkat terjadi, dalam bahasa militer.
Lelaki-lelaki berseragam militer itu berubah posisi lagi. Pedang yang menggantung di pinggang kiri mereka, dihunus. Lalu pedang-pedang itu dimoncongkan ke depan dengan posisi agak menurun. Lelaki berkalung melati dan si perempuan, berjalan pelan-pelan menuju rangkaian pedang yang menghadang jalan di depan mereka. Perlahan-perlahan, pedang yang menghadang jalan itu diangkat naik seiring jalan lelaki berkalung melati dan si perempuan. Dengan gerakan yang sedemikian rupa sehingga pedang-pedang terhunus itu bisa lewat di atas kepala pasangan itu, tanpa menyentuh sehelai rambut pun. Demikian, adegan itu diulang beberapa kali karena memang ada beberapa pedang yang dijejer.
Prosesi di atas adalah prosesi yang sering disebut sebagai “Pedang Pora”. Sebuah tradisi di kalangan militer bila ada salah satu anggota mereka melangsungkan pernikahan. Sebuah tradisi wajib yang telah turun-menurun, katanya. Ada banyak simbol dalam ritual itu. Melambangkan persaudaraan, solidaritas, permohonan perlindungan pada Tuhan, dan entah apa lagi. Upacara itu sebenarnya simple, tapi bagaimanapun juga prosesi itu tetap mengundang decak orang-orang awam. Saya saksikan upacara itu dalam sebuah gedung pertemuan lantai dua yang disesaki oleh tamu dengan berbagai lintas umur. Meski berasal dari asal yang jauh berbeda, para tamu itu menyikapi acara itu dengan sebuah tabiat yang sama: anteng, konsentrasi, dan hampir tanpa omongan. Agaknya momen langka itu tak hendak dilepas begitu saja. Juru foto dan kamera pun menjadikan prosesi itu sebagai lahan jepretan yang tak sudah-sudah.
Pedang Pora adalah sebuah tradisi. Tapi sebagai tradisi, ia tak identik dengan nilai “tradisional”. Itu terlihat dengan tak dibenturkannya nilai-nilai itu dengan jaman yang kian jadi modern. Buktinya, Pedang Pora bisa berlangsung di manapun. Di jaman yang bagaimanapun. Hari itu, prosesi yang penuh filosofi itu berlangsung di antara sekian deret benda-benda yang bisa jadi simbol hidup kaum urban: ruang pertemuan yang artistik, jepretan kamera foto dan sorot dari kamera video, gaun-gaun pesta yang menarik, dandanan yang penuh polesan, dan tutur basa-basi yang penuh kesopanan. Juga, berlimpah hidangan yang tersaji dengan indah di atas meja-meja yang berderet.
Dan setahu saya, tak ada masalah dalam pertemuan antara yang “tradisi” dengan yang “modern” saat itu. Semua saling menenggang rasa. Tapi, agaknya yang “tradisi” hanya selintas, itupun tidak penuh. Saat prosesi Pedang Pora belum mulai dan para prajurit masih berdiri dalam posisi “istirahat di tempat”, seorang prajurit melirik sambil berbisik pada rekannya yang kebagian jadi juru foto: “Sssst, foto!” Lalu prajurit yang jadi juru foto itu mengambil gambar satui demi satu rekan-rekannya yang sedang berdiri mematung itu.
Saya tak tahu, dalam kondisi “istirahat di tempat”, bolehkah seorang prajurit minta diambil gambarnya. Yang jelas, agaknya yang “tradisi” makin tergantung pada yang “modern”. Ia tak mampu mengelak dari godaan “ke-modern-an” yang sebenarnya masih patut dipertanyakan nilai-nilainya. Tapi di jaman ini, orang tak berpikir tentang nilai. Makanya, saya pun berpikir: kalau yang “tradisi” makin bergantung pada yang “modern”, adakah yang “modern” pun bergantung pada “tradisi”? Dalam arti filosofis, mungkin tidak. Sebab, meski pesta pernikahan yang saya hadiri beberapa hari lalu itu masih menggelar Pedang Pora, saya sanksi apakah ritual itu digelar demi “nilai” atau demi “bentuk”.
Meski berbagai “nilai” yang terkandung dalam ritual itu berusaha dijabarkan dengan pengeras suara, adakah “nilai” itu bisa diserap dan dihayati oleh mempelai, apalagi oleh hadirin? Saya benar-benar ragu. Sebab keterpesonaan para hadirin pada Pedang Pora, bagi saya, lebih dekat pada keterpesonaan terhadap “bentuk”. Mungkin terpukau oleh pedang-pedang berkilat, sosok yang gagah, ataupun karena ritual itu asing dan tak pernah mereka lihat. Lalu di mana pembicaraan soal “nilai”? Mungkin hanya ada di mulut pembawa acara ritual itu.
Akhirnya, di tengah yang “modern”, “tradisi” memang hanya selintas dan juga tak hadir secara penuh. Ia ditampilkan karena ada unsur menarik dalam “bentuk”-nya, atau untuk menjadi simbol kebanggan dari sebuah komunitas tertentu. Seperti dalam prosesi “siraman” dalam tradisi Jawa yang dilaksanakan di gedung mewah dengan jepretan kamera dan rekaman video yang sekarang jadi simbol “kebanggaan” keturunan ningrat.
Hari itu, setelah Pedang Pora selesai, saya makin yakin kalau para hadirin tak lagi terpesona pada “nilai”, pada “filosofi”. Sebab, ketika tiba acara berdoa untuk mempelai, sebagian besar hadirin yang terlanjur menyentuh hidangan, seakan enggan ikut berdoa dan memilih mengahabiskan makanan yang ada di depan mereka. Padahal, apa hakekatnya menghadiri sebuah resepsi pernikahan: mendoakan mempelai, menyantap makanan, atau untuk menggaet anggota TNI?
January 9, 2007
By Haris Firdaus
Lelaki-lelaki, dengan tubuh tegap, seragam militer, dan muka serius, berdiri berjejer di atas bentangan karpet merah. Di pinggang kiri mereka, terselampir sebuah pedang. Lumayan panjang, tapi tak terlalu lebar. Dibungkus sarung logam berwarna perak, pedang itu tampak anggun. Beberapa saat lamanya, lelaki-lelaki itu berada dalam posisi yang sama: pandangan mata tegak ke depan, kaki tegap agak terbuka, dan telapak tangan bertemu di belakang tubuh. Agaknya mereka menunggu sesuatu, mungkin aba-aba. Tapi aba-aba bukanlah yang mereka tunggu hakekatnya. Sebab, aba-aba toh masih harus menunggu yang lain: momen, situasi, kedatangan seseorang, atau aba-aba yang lain.
Beberapa lelaki sejenis, tampak sibuk ke sana kemari. Agaknya menanti sesuatu, agaknya menyiapkan sesuatu. Ketika tiba seseorang yang berjas, didampingi seorang perempuan dengan gaun yang mewah, lelaki-lelaki berseragam militer itu berubah posisi. Menjadi berdiri tegap, kaki rapat, dan tangan diangkat sedemikian rupa sehingga sisi samping jari telunjuk mereka menyentuh dahi. Lalu orang yang berjas tadi, berjalan sambil memposisikan tangan sama dengan lelaki-lelaki itu.
Beberapa saat kemudian, seorang lelaki lain, berseragam militer tanpa baret, memakai kalungan bunga melati di lehernya, dan menggandeng seorang perempuan dengan gaun hijau yang menjuntai hingga ke lantai, masuk. Seketika aba-aba riuh diperdengarkan. Dan lelaki-lelaki berseragam militer itu seketika berubah posisi. Salah seorang dari mereka maju, menghadap si lelaki yang memakai kalung melati di lehernya. Lalu percakapan singkat terjadi, dalam bahasa militer.
Lelaki-lelaki berseragam militer itu berubah posisi lagi. Pedang yang menggantung di pinggang kiri mereka, dihunus. Lalu pedang-pedang itu dimoncongkan ke depan dengan posisi agak menurun. Lelaki berkalung melati dan si perempuan, berjalan pelan-pelan menuju rangkaian pedang yang menghadang jalan di depan mereka. Perlahan-perlahan, pedang yang menghadang jalan itu diangkat naik seiring jalan lelaki berkalung melati dan si perempuan. Dengan gerakan yang sedemikian rupa sehingga pedang-pedang terhunus itu bisa lewat di atas kepala pasangan itu, tanpa menyentuh sehelai rambut pun. Demikian, adegan itu diulang beberapa kali karena memang ada beberapa pedang yang dijejer.
Prosesi di atas adalah prosesi yang sering disebut sebagai “Pedang Pora”. Sebuah tradisi di kalangan militer bila ada salah satu anggota mereka melangsungkan pernikahan. Sebuah tradisi wajib yang telah turun-menurun, katanya. Ada banyak simbol dalam ritual itu. Melambangkan persaudaraan, solidaritas, permohonan perlindungan pada Tuhan, dan entah apa lagi. Upacara itu sebenarnya simple, tapi bagaimanapun juga prosesi itu tetap mengundang decak orang-orang awam. Saya saksikan upacara itu dalam sebuah gedung pertemuan lantai dua yang disesaki oleh tamu dengan berbagai lintas umur. Meski berasal dari asal yang jauh berbeda, para tamu itu menyikapi acara itu dengan sebuah tabiat yang sama: anteng, konsentrasi, dan hampir tanpa omongan. Agaknya momen langka itu tak hendak dilepas begitu saja. Juru foto dan kamera pun menjadikan prosesi itu sebagai lahan jepretan yang tak sudah-sudah.
Pedang Pora adalah sebuah tradisi. Tapi sebagai tradisi, ia tak identik dengan nilai “tradisional”. Itu terlihat dengan tak dibenturkannya nilai-nilai itu dengan jaman yang kian jadi modern. Buktinya, Pedang Pora bisa berlangsung di manapun. Di jaman yang bagaimanapun. Hari itu, prosesi yang penuh filosofi itu berlangsung di antara sekian deret benda-benda yang bisa jadi simbol hidup kaum urban: ruang pertemuan yang artistik, jepretan kamera foto dan sorot dari kamera video, gaun-gaun pesta yang menarik, dandanan yang penuh polesan, dan tutur basa-basi yang penuh kesopanan. Juga, berlimpah hidangan yang tersaji dengan indah di atas meja-meja yang berderet.
Dan setahu saya, tak ada masalah dalam pertemuan antara yang “tradisi” dengan yang “modern” saat itu. Semua saling menenggang rasa. Tapi, agaknya yang “tradisi” hanya selintas, itupun tidak penuh. Saat prosesi Pedang Pora belum mulai dan para prajurit masih berdiri dalam posisi “istirahat di tempat”, seorang prajurit melirik sambil berbisik pada rekannya yang kebagian jadi juru foto: “Sssst, foto!” Lalu prajurit yang jadi juru foto itu mengambil gambar satui demi satu rekan-rekannya yang sedang berdiri mematung itu.
Saya tak tahu, dalam kondisi “istirahat di tempat”, bolehkah seorang prajurit minta diambil gambarnya. Yang jelas, agaknya yang “tradisi” makin tergantung pada yang “modern”. Ia tak mampu mengelak dari godaan “ke-modern-an” yang sebenarnya masih patut dipertanyakan nilai-nilainya. Tapi di jaman ini, orang tak berpikir tentang nilai. Makanya, saya pun berpikir: kalau yang “tradisi” makin bergantung pada yang “modern”, adakah yang “modern” pun bergantung pada “tradisi”? Dalam arti filosofis, mungkin tidak. Sebab, meski pesta pernikahan yang saya hadiri beberapa hari lalu itu masih menggelar Pedang Pora, saya sanksi apakah ritual itu digelar demi “nilai” atau demi “bentuk”.
Meski berbagai “nilai” yang terkandung dalam ritual itu berusaha dijabarkan dengan pengeras suara, adakah “nilai” itu bisa diserap dan dihayati oleh mempelai, apalagi oleh hadirin? Saya benar-benar ragu. Sebab keterpesonaan para hadirin pada Pedang Pora, bagi saya, lebih dekat pada keterpesonaan terhadap “bentuk”. Mungkin terpukau oleh pedang-pedang berkilat, sosok yang gagah, ataupun karena ritual itu asing dan tak pernah mereka lihat. Lalu di mana pembicaraan soal “nilai”? Mungkin hanya ada di mulut pembawa acara ritual itu.
Akhirnya, di tengah yang “modern”, “tradisi” memang hanya selintas dan juga tak hadir secara penuh. Ia ditampilkan karena ada unsur menarik dalam “bentuk”-nya, atau untuk menjadi simbol kebanggan dari sebuah komunitas tertentu. Seperti dalam prosesi “siraman” dalam tradisi Jawa yang dilaksanakan di gedung mewah dengan jepretan kamera dan rekaman video yang sekarang jadi simbol “kebanggaan” keturunan ningrat.
Hari itu, setelah Pedang Pora selesai, saya makin yakin kalau para hadirin tak lagi terpesona pada “nilai”, pada “filosofi”. Sebab, ketika tiba acara berdoa untuk mempelai, sebagian besar hadirin yang terlanjur menyentuh hidangan, seakan enggan ikut berdoa dan memilih mengahabiskan makanan yang ada di depan mereka. Padahal, apa hakekatnya menghadiri sebuah resepsi pernikahan: mendoakan mempelai, menyantap makanan, atau untuk menggaet anggota TNI?
pajak
enue adalah perusahaan berlokasi di Jakarta Selatan yang sedang berkembang dan fokus pada pelayanan usaha & kebutuhan kantor,saat ini membutuhkan tenaga untuk ikut berkembang bersama.
Staff Keuangan
—————-
1. Wanita usia max 30 tahun
2. Pendidikan minimum SMA/SMEA/D1/D2/D3 jurusan Akuntansi/Keuangan
3. Memiliki pengalaman dalam membuat laporan keuangan & laporan Pajak lebih diutamakan
4. Pernah mengikuti pelatihan akuntansi dan pajak brevet A/B/C Lebih diutamakan.
5. Menguasi aplikasi komputer office
Jika anda memenuhi kriteria di atas, harap segera mengirimkan CV & lamaran
Info detail lihat di : http://jobindo.com/info.php?jobid=30020&op=1
Staff Keuangan
—————-
1. Wanita usia max 30 tahun
2. Pendidikan minimum SMA/SMEA/D1/D2/D3 jurusan Akuntansi/Keuangan
3. Memiliki pengalaman dalam membuat laporan keuangan & laporan Pajak lebih diutamakan
4. Pernah mengikuti pelatihan akuntansi dan pajak brevet A/B/C Lebih diutamakan.
5. Menguasi aplikasi komputer office
Jika anda memenuhi kriteria di atas, harap segera mengirimkan CV & lamaran
Info detail lihat di : http://jobindo.com/info.php?jobid=30020&op=1
new 2
Bank Windu Kentjana, Tbk
Description: Bank Windu Kentjana, Tbk
Division of Motor Vehicle Credit
Address:
Jl. Raya Padjajaran No.70A Bogor
Vacancy for: Credit Marketing Officer
Work Location: Bogor
Requirements:
* Min Education SMU/D3/S1
* Domicile in Bogor & Cibinong
* Male age max 32 years, to look attractive
* Has Many Network (Data Base)
* Preferably having experience as Marketing Officer of Credit Lease Back (Guarantee BPKB Four Wheeled Vehicle) in the finance company Multifinance / Banking
Please send a job application letter to:
Bank Windu Kentjana, Tbk
Jl. Raya Padjajaran No.70A Bogor
Include in the letter of application, you get this job information on how and from where (from what website or newspaper or anything else).
This job deadline on May 14, 2011
Description: Bank Windu Kentjana, Tbk
Division of Motor Vehicle Credit
Address:
Jl. Raya Padjajaran No.70A Bogor
Vacancy for: Credit Marketing Officer
Work Location: Bogor
Requirements:
* Min Education SMU/D3/S1
* Domicile in Bogor & Cibinong
* Male age max 32 years, to look attractive
* Has Many Network (Data Base)
* Preferably having experience as Marketing Officer of Credit Lease Back (Guarantee BPKB Four Wheeled Vehicle) in the finance company Multifinance / Banking
Please send a job application letter to:
Bank Windu Kentjana, Tbk
Jl. Raya Padjajaran No.70A Bogor
Include in the letter of application, you get this job information on how and from where (from what website or newspaper or anything else).
This job deadline on May 14, 2011
lowongan juni 2011 new
Bank DKI growing and growing and are always ready to help the people of Jakarta invite the sons and daughters and young professionals in the field of banking that has the competence, enthusiasm, high integrity to join us in realizing the Best Bank DKI Bank became a boast as:
Teller (TL Code).
Special Qualifications
• High school education average value of at least 6.5
• D1-D3 Education Minimum GPA 2.5
• Maximum age 23 years
• Preferably experience as a teller
• Not married
General qualifications
• To look attractive.
• Height: 160 cm minimum woman, man at least 165 cm with proportional weight
• Good personality
• Customer Oriented
• Preferably have the ability to speak English (oral / writing)
• Willing to be placed throughout the work unit PT. Bank DKI.
Candidates who meet the above qualifications may send your complete application (application letter, CV of (Curiculum Vitae), KTP, Pas Photo 4×6 1 sheet, Health Certificate by including height and weight) no later than June 30, 2011. addressed to:
Human Resource Group.
Bank DKI
Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9 Jakarta Pusat
Candidates who register after the above date will not be included selection only qualified candidates will be called upon to follow the next stage of selection
Teller (TL Code).
Special Qualifications
• High school education average value of at least 6.5
• D1-D3 Education Minimum GPA 2.5
• Maximum age 23 years
• Preferably experience as a teller
• Not married
General qualifications
• To look attractive.
• Height: 160 cm minimum woman, man at least 165 cm with proportional weight
• Good personality
• Customer Oriented
• Preferably have the ability to speak English (oral / writing)
• Willing to be placed throughout the work unit PT. Bank DKI.
Candidates who meet the above qualifications may send your complete application (application letter, CV of (Curiculum Vitae), KTP, Pas Photo 4×6 1 sheet, Health Certificate by including height and weight) no later than June 30, 2011. addressed to:
Human Resource Group.
Bank DKI
Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9 Jakarta Pusat
Candidates who register after the above date will not be included selection only qualified candidates will be called upon to follow the next stage of selection
lowongan bank mandiri 2011
owongan Kerja Bank Mandiri 2011 - info loker terbaru bank mandiri, dengan batas akhir lamaran kerja pada bulan Juli 2011. Loker Bank Mandiri di seluru indonesia, khusus bagi Anda lulusan S1/S2 semua jurusan, dengan nilai IPK minimal 3.00 / 3.20 untuk posisi Officer Development Program (ODP). Bagi Anda yang berminta dan memenuhi kriteria, silakan kirim lamaran Anda dari sekarang. Berikut informasi selangkapnya lowongan kerja terbaru di bank mandiri periode bulan Mei-Juni-Juli 2011 seperti yang termuat di poskerja.com
Sekilas Tentang Bank Mandiri
Bank Mandiri sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International. Bank Mandiri juga menawarkan jasa pasar modal, perbankan syariah dan asuransi melalui Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri.
Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 24.294 karyawan dengan 1296 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 6.496 ATM, dan electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.
Lowongan Bank Mandiri Tahun 2011, untuk posisi Officer Development Program (ODP) (Seluruh Wilayah Indonesia)
Requirements:
* Lulusan S1 / S2 dari semua jurusan kecuali Bidang/Dept Ilmu Kesehatan/Keperawatan, Sastra, Seni, Keguruan & Keagamaan
* IPK
* Lulusan S1 minimum 3.00
* Lulusan S2 minimum 3.20
* Usia maksimum pada saat seleksi awal
* 26.00 tahun untuk lulusan S1
* 28.00 tahun untuk lulusan S2
* Memiliki kemampuan Bahasa Inggris lisan maupun tulisan
* Mampu mengoperasikan komputer minimal program MS Office
* Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa pendidikan
* Bersedia menjalani ikatan dinas
* Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
For registered JobStreet.com users, to apply online
or via sms
JSA(spasi)APPLY(spasi)JobCode
Send to 9333
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Jobstreet.com
UPDATE : 25 MEI 2011
Lowongan Kerja Bank Mandiri Untuk Posisi ODP (Officer Development Program) sampai saat ini (25 Mei 2011) SUDAH DITUTUP. Sebagaimana dijelaskan pada Jobstreet.com sebagai layanan online untuk melamar di lowongan Kerja ODP Bank Mandiri. Berikut penjelasannya :
Application for Officer Development Program (ODP)
Sorry, this vacancy is no longer available. Either the application deadline has passed or the advertisement has been removed/deactivated. Please try other positions.
Adapun untuk informasi yang duniabaca.com bagikan ini sesuai dengan iklan lowongan kerja Bank Mandiri yang terpasang di www.poskerja.com, dimana disitu dijelaskan batas akhir lowongan bank mandiri adalah tanggal 30 Juli 2011.
Untuk Informasi selengkapnya, silakan kunjungi :
* www.poskerja.com (Iklan Loker Mandiri “ODP”)
* www.jobstreet.com (Iklan Loker Mandiri “ODP” + Lamaran Online)
* www.jobstreet.com (Informasi, bahwa lowongan Mandiri sudah ditiadakan)
Kiranya para pembaca sudah jelas mengenai lowongan kerja di bank mandiri untuk posisi ODP tersebut.
Terima kasih,
Sekilas Tentang Bank Mandiri
Bank Mandiri sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International. Bank Mandiri juga menawarkan jasa pasar modal, perbankan syariah dan asuransi melalui Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri.
Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 24.294 karyawan dengan 1296 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 6.496 ATM, dan electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.
Lowongan Bank Mandiri Tahun 2011, untuk posisi Officer Development Program (ODP) (Seluruh Wilayah Indonesia)
Requirements:
* Lulusan S1 / S2 dari semua jurusan kecuali Bidang/Dept Ilmu Kesehatan/Keperawatan, Sastra, Seni, Keguruan & Keagamaan
* IPK
* Lulusan S1 minimum 3.00
* Lulusan S2 minimum 3.20
* Usia maksimum pada saat seleksi awal
* 26.00 tahun untuk lulusan S1
* 28.00 tahun untuk lulusan S2
* Memiliki kemampuan Bahasa Inggris lisan maupun tulisan
* Mampu mengoperasikan komputer minimal program MS Office
* Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa pendidikan
* Bersedia menjalani ikatan dinas
* Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
For registered JobStreet.com users, to apply online
or via sms
JSA(spasi)APPLY(spasi)JobCode
Send to 9333
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Jobstreet.com
UPDATE : 25 MEI 2011
Lowongan Kerja Bank Mandiri Untuk Posisi ODP (Officer Development Program) sampai saat ini (25 Mei 2011) SUDAH DITUTUP. Sebagaimana dijelaskan pada Jobstreet.com sebagai layanan online untuk melamar di lowongan Kerja ODP Bank Mandiri. Berikut penjelasannya :
Application for Officer Development Program (ODP)
Sorry, this vacancy is no longer available. Either the application deadline has passed or the advertisement has been removed/deactivated. Please try other positions.
Adapun untuk informasi yang duniabaca.com bagikan ini sesuai dengan iklan lowongan kerja Bank Mandiri yang terpasang di www.poskerja.com, dimana disitu dijelaskan batas akhir lowongan bank mandiri adalah tanggal 30 Juli 2011.
Untuk Informasi selengkapnya, silakan kunjungi :
* www.poskerja.com (Iklan Loker Mandiri “ODP”)
* www.jobstreet.com (Iklan Loker Mandiri “ODP” + Lamaran Online)
* www.jobstreet.com (Informasi, bahwa lowongan Mandiri sudah ditiadakan)
Kiranya para pembaca sudah jelas mengenai lowongan kerja di bank mandiri untuk posisi ODP tersebut.
Terima kasih,
Langganan:
Postingan (Atom)
